Warga Iboih Minta PDAM Pastikan Ketersediaan Air | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Iboih Minta PDAM Pastikan Ketersediaan Air

Foto Warga Iboih Minta PDAM Pastikan Ketersediaan Air

* Dua Tahun Air tak Mengucur

SABANG – Masyarakat Gampong Iboih, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, meminta PDAM Tirta Aneuk Laot untuk memastikan ketersediaan air di desanya. Pasalnya, sudah dua tahun air ke kawasan wisata itu tak mengucur.

Permintaan untuk kepastian ketersediaan air PDAM itu disampaikan pimpinan dan tokoh masyarakat Gampong Iboih dalam pertemuan dengan Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot dan perwakilan BPKS di ruang Kapolres Sabang, Senin (23/5) siang.

Pertemuan itu dipimpin dan difasilitasi langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Nurmeiningsih dan Waka Polres, Kompol Warosidi SH. Ikut hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Sabang, M Daud SE.

Amatan Serambi pertemuan masyarakat Gampong Iboih dengan Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, Cut Faisal SH dan Teknisi Pembangunan (Tekbang) BPKS, Muhammad Reza Faisal itu, berlangsung tegang, karena masyarakat yang sudah kecewa itu secara bergantian menghujat kinerja PDAM yang selama ini tidak serius mengatasi kemacetan air ke kawasan objek wisata itu yang sudah berlangsung dua tahun.

Begitu juga halnya dengan BPKS yang sudah membangun jaringan pipa sejak dua tahun lalu dengan anggaran yang besar, namun juga tak kunjung tuntas. “Pembangunan jaringan sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 lalu, tapi, krisis air bersih di desa kami tak kunjung teratasi,” kata Keuchik Iboih,Iskandar.

Begitupun, pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam itu masih tetap terkendali, karena Kapolres dan Waka Polres yang sebelumnya sudah meninjau terkait persoalan yang sedang dialami masyarakat itu.

Terkait desakan masyarakat Gampong Iboih itu, Direktur PDAM Tirta Aneuk Laot, Cut Faisal menyatakan, siap untuk memaksimalkan distribusi air bersih ke Gampong Iboih.

Bahkan pihaknya juga berjanji akan mengaliri air bersih itu ke rumah warga selama 12 jam setiap harinya. Tapi, Cut Faisal meminta waktu satu pekan kepada masyarakat untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Sementara Teknisi Pembangunan (Tekbang) BPKS, Muhammad Reza Faisal menyatakan mendukung PDAM untuk memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga persoalan air bersih benar-benar selesai.(az) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id