BNNP Aceh Rayakan HANI 2016 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BNNP Aceh Rayakan HANI 2016

Foto BNNP Aceh Rayakan HANI 2016

BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh merayakan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016, dengan melaksanakan apel bersama, Minggu (26/6) di Halaman Kantor BNNP Aceh, Batoh, Banda Aceh. Upacara dipimpin Kepala BNNP Aceh, Armensyah Thay dan dihadiri ratusan staf BNNP Aceh, Satpol PP, LSM serta unsur OKP.

Armensyah Thay yang menjadi inspektur upacara membacakan amanat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso. Disebutkan, BNN dalam menanggulangi narkoba di tanah air telah melakukan upaya di bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, dan rehabilitasi.

“Di bidang pemberantasan, dalam kurun waktu tahun 2015 hingga Juni 2016, telah terungkap sebanyak 1.015 kasus dengan tersangka berjumlah 1.681 orang. Nilai asset yang dirampas negara Rp 142 miliar lebih,” ujar Armensyah. Selain itu, BNN juga berhasil mengungkap 72 sindikat narkoba nasional dan internasional, dengan barang bukti narkoba mencapai berton-ton.

Dia menambahkan, untuk memberdayakan masyarakat anti narkoba, dibutuhkan sinergi antar kementerian, lembaga, dan pemda dalam pelaksanaan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “BNN melalui BNN Provinsi telah membentuk satgas anti narkoba di seluruh Indonesia dengan total 19.854 orang,” jelasnya.

Armensyah Thay usai apel mengatakan, penyalahgunaan narkoba di Aceh hingga saat ini masih tergolong tinggi. Dia sebutkan, berdasarkan data prevalensi penyalahguna narkoba per provinsi, Provinsi Aceh berada di peringkat 14 dari total 34 provinsi.

“Prevalensi penyalahguna narkoba di Aceh mencapai 1,91 persen. Berdasarkan penelitian BNN dan Universitas Indonesia pada tahun 2015, ada 68.748 penyalahguna narkoba di Aceh dari populasi penduduk lebih dari 3 juta jiwa,” kata dia, seraya menyebut survei dilakukan kepada masyarakat yang berusia 10-59 tahun.

Selain itu katanya, BNNP akan terus meningkatkan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di Aceh. “Yang terbaru, kami laksanakan tes urine terhadap 16 awak bus PT Harapan Indah pada Sabtu malam (25/6). Hasilnya negatif narkoba, namun ditemukan banyak sopir mengonsumsi obat kimia,” ujar Armensyah, dan mengatakan bahwa hal itu juga kurang baik, karena memiliki efek samping bagi tubuh. (fit) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id