Boat Karam, Dua Nelayan Pasie Raja Meninggal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Boat Karam, Dua Nelayan Pasie Raja Meninggal

Foto Boat Karam, Dua Nelayan Pasie Raja Meninggal

* Di Singkil, Ribuan Nelayan Diasuransikan

TAPAKTUAN – Dua nelayan asal Gampong Mata Ie Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, meninggal dunia setelah boat yang mereka tumpangi tenggelam dihempang gelombang, Sabtu (21/5) pagi. Sementara 11 orang lain yang juga berada dalam boat tersebut, dilaporkan selamat.

Kabid Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Rahmad Humaidy ST MM kepada Serambi menyebutkan, dua nelayan yang meninggal dunia dalam musibah tersebut adalah, Miswar (50) dan Ibnu Ajib (50). Keduanya warga Gampong Mata Ie, Kemukiman Terbangan, Kecamatan Pasie Raja.

Rahmad menceritakan kronologis kejadian, pada pukul 06.20 WIB, ke-13 nelayan tersebut berangkat mencari ikan dengan menumpang satu unit boat. Ketika berada di perairan kawasan Ujung Batee, cuaca tiba-tiba berubah menjadi ekstrim sehingga boat kembali ke Pasie Mata Ie.

Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 09.00 WIB, ketika boat mulai memasuki kawasan perairan Pasie Mata Ie, angin kencang disertai gelombang besar menerjang hingga menenggelamkan boat. Nelayan dan masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut segera mengerahkan boat untuk memberikan bantuan.

“Tim BPBD Bid Darurat dan logistik Aceh Selatan bersama Muspika Kecamatan Pasi Raja sudah turun untuk mendata korban dan memantau lokasi, dipimpin langsung Kalak BPBD Aceh Selatan,” ujar Rahmad.

Seiring dengan kondisi cuaca buruk yang terjadi saat ini, BPBD Aceh Selatan mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan setempat agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan dalam melaut.

“Kita mengimbau kepada nelayan dan pengguna boat tradisional untuk berhati-hati terhadap gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Sebab gelombang tinggi tersebut belum bisa diperkirakan kapan akan berakhir,” kata Rahmad Humaidy.

Laporan tentang musibah ini juga disampaikan Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE. Ia juga mengimbau masyarakat nelayan untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang terjadi saat ini. “Utamakan keselamatan, karena kondisi gelombang saat ini cukup tinggi dan bisa mengancam keselamatan nelayan,” pesan May Fendri yang ikut turun ke lapangan setelah menerima informasi musibah tersebut.

Dari Lamno dilaporkan, Suhardi (24) warga Desa Bak Paoh, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya dilaporkan hilang terseret arus sungai Krueng Lambeusoe Sabtu (21/5) sekitar pukul 18.00 WIB.

Informasi diperoleh Serambi, musibah ini terjadi saat Suhardi sedang mandi sore bersama teman-teman di desa itu. Suhardi diduga tidak bisa berenang, sehingga ia terseret arus sungai dan menghilang.

“Warga bersama tim SAR, BPBK, PMI, RAPI, TNI, dan Polri, hingga malam ini masih terus menyisir kawasan sungai untuk mencari keberadaan korban,” kata Mista, Keuchik Bak Paoh, Kecamatan Jaya kepada Serambi Sabtu (21/5) malam tadi.

Sementara itu, ribuan nelayan di Kabupaten Aceh Singkil, diasuransikan. Pembayaran premi asuransi tersebut ditanggung dana APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Singkil, Ismet Taufiq, Sabtu (21/5) mengatakan, tahun ini nelayan yang diasuransikan sebanyak 4.200 orang. Dari total nelayan sebanyak 6.000 orang di daerahnya. Sisanya akan diasuransikan secara bertahap tahun berikutnya.

Menurut Ismet, pada tahap awal asuransi diprioritaskan kepada nelayan yang mencari ikan di laut, lantaran resiko yang mereka dihadapi cukup besar. Tahap selanjutnya, asuransi akan diberikan kepada nelayan sungai. “Saya yakin kuota 4.200 semua nelayan laut akan tertampung,” jelasnya.

Asuransi tersebut akan menanggung biaya pengobatan nelayan jika mengalami kecelakaan saat melaut maupun tidak. “Santunan kalau meninggal sekitar Rp 25 juta. Walaupun kita berharap semua nelayan sehat dan selamat,” kata Ismet.

Saat ini, sebut Ismet, pihaknya telah membentuk kelompok kerja (pokja) yang akan membantu memfasilitasi nelayan mengurus asuransi. Salah satu syarat nelayan mendapatkan asuransi memiliki kartu anggota nelayan. “Saya mengimbau semua nelayan segera mengurus kartu nelayan, sebagai syarat administrasi mendapatkan asuransi,” kata Ismet.(tz/de) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id