PN Banda Aceh Panggil Martti Ahtiaasari | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PN Banda Aceh Panggil Martti Ahtiaasari

Foto PN Banda Aceh Panggil Martti Ahtiaasari

BANDA ACEH – Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh mengirim surat panggilan kepada Martti Ahtiaasari selaku mediator damai Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Republik Indonesia, yang saat ini berada di Helsinki, Finlandia.

Pemanggilan tersebut guna mengikuti sidang mediasi terkait gugatan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) terhadap peneken MoU Helsinki, salah satunya Martti Ahtiaasari selaku tergugat IV.

Selain Martti Ahtiaasari, gugatan itu juga ditujukan kepada Gubernur Aceh (tergugat I), Malik Mahmud (tergugat II), Presiden RI (tergugat III) dan DPRA (turut tergugat V). Gugatan itu diajukan karena mereka bertanggungjawab atas belum dibentuknya Komisi Bersama Penyelesaian Klaim (Join Claims Settlement Commision) sebagaimana diamanahkan dalam perjanjian MoU Helsinki Poin 3.2.6.

Berdasarkan kopian surat yang diterima Serambi, Jumat (20/5) dari YARA, surat bernomor W1.U1/1579/HK.02/V/2016 itu ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri RI Cq. Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu, Jalan Taman Pejambon Nomor 6 Jakarta Pusat. Pengadilan meminta bantuan kepada Kemenlu RI untuk memberitahu Martti Ahtiaasari terkait adanya pemanggilan dari hakim mediator PN Banda Aceh, Juandra SH.

“MARTTI AHTISAARI, Ketua Dewan Direktur Crisis Management Initiative, dengan alamat CMI OFFICE IN HELSINKI Etelaranta 12 (2nd floor) 00130 Helsinki Finland, sebagai tergugat IV, untuk datang menghadap Juandra SH selaku Hakim Mediator di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Jalan Cut Mutia No 23 Kota Banda Aceh,” demikian bunyi surat itu.

Sidang mediasi tersebut dijadwalkan akan digelar pada Kamis, 23 Juni 2016, pukul 09.00 WIB. Surat yang ditandatangani oleh Panitera PN Banda Aceh, Reflizailius SH pada 19 Mei 2016 itu juga diteruskan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Finlandia. “Suratnya sudah dikirim oleh juru sita. Tapi kita tidak tahu udah sampai atau belum,” kata hakim mediator, Juandra, kemarin.

Ketua YARA, Safaruddin SH kepada Serambi mengatakan, pihaknya sengaja mengajukan gugatan itu untuk mengingatkan para peneken MoU karena masih banyak poin-poin MoU Helsinki belum dilaksanakan, salah satunya pementukan Komisi Bersama Penyelesaian Klaim. Komisi klaim merupakan salah satu media reintegrasi untuk menjaga perdamaian berjalan mulus.

“Kami ingin mengingatkan kembali agar mereka tidak amnesia (lupa) bahwa ada satu hal peting dari MoU yang sampai saat ini belum dibentuk, yaitu komisi klaim. Padahal, komisi klaim tersebut harus dibentuk dua tahun setelah penandatangan MoU, tapi sampai sekarang belum dibentuk,” katanya. Untuk diketahui, gugatan yang sama juga sudah pernah diajukan pada Oktober 2013.(mas) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id