Gas Liar di Nagan Berbahaya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gas Liar di Nagan Berbahaya

Foto Gas Liar di Nagan Berbahaya

* Distamben Minta Warga tak Mendekat

SUKA MAKMUE – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya meminta masyarakat menjauh dan tidak menghirup jika menemukan adanya semburan gas liar seperti yang ditemukan di rumah warga Gampong Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya pekan lalu. Gas liar yang diperkirakan mengandung metana tersebut dinilai berbahaya bagi kesehatan.

“Sudah ada tim yang memeriksa temuan gas di Krueng Itam, Nagan Raya. Hasilnya gas tersebut sifatnya beracun dan berbahaya,” kata Kadistamben Nagan Raya, Samsul Kamal ST kepada Serambi, Sabtu (21/5).

Ia menjelaskan gas liar ini timbul dari bagian permukaan tanah di bekas lokasi rawa-rawa dan termasuk gas yang berada di kawasan dangkal. Menurutnya gas tersebut tidak lagi berbahaya apabila ketika ditemukan dalam keadaan menyembur, langsung dibakar menggunakan korek api. Dengan cara tersebut gas tidak dapat menjalar dan akan habis dengan sendirinya selama beberapa hari ke depan.

Samsul menyebutkan pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tetap waspada dan segera melapor kepada pihak terkait apabila masih menemukan adanya semburan gas liar yang ada di kawasan itu. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Melur, Gampong Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (10/5) sekitar pukul 12.30 WIB menemukan semburan gas di halaman rumah warga.

Informasi yang dihimpun Serambi dari sejumlah sumber menyebutkan semburan gas di rumah Toyo (48), warga Dusun Melur, Gampong Krueng Itam, Kecamatan Tadu Raya itu terjadi saat pemilik rumah sedang menggali sumur bor tepat di samping rumahnya bersama sejumlah pekerja.

Saat kedalaman sekitar sepuluh meter, tiba-tiba dari dalam tanah keluar uap menyerupai gas dengan bau tak sedap.

Melihat kejadian ini, sejumlah pekerja yang merupakan rekan Toyo langsung menghentikan penggalian dan melaporkan kejadian ini kepada aparat desa. Sejumlah warga juga menyalakan api menggunakan korek api di bagian pipa yang mengeluarkan gas tersebut.(edi) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id