Lalai Ngurus Bumil, Izin Praktik Dicabut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lalai Ngurus Bumil, Izin Praktik Dicabut

Foto Lalai Ngurus Bumil, Izin Praktik Dicabut

BANDA ACEH – Izin praktik sebuah klinik atau tempat praktik dokter dapat dicabut apabila terdapat kelalaian dokter atau perawat yang lalai mengangani pasien ibu hamil dan melahirkan. Kasus-kasus kematian ibu dan bayi yang ditemukan di Banda Aceh, Pidie dan Lhokseumawe itu terindikasi ada kelalaian petugas medis.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Aceh, Efi Syafrida MKes dalam Dialog Cakrawala Radio Serambi FM 90,2 Mhz dengan tema “Sistem Penanganan Ibu Hamil Perlu Perbaikan”  bersama Redaktur Harian Serambi Indonesia, Nurdinsyam dan dipandu Host Nico Firza, Jumat (20/5) pagi. Efi mengatakan, semua lembaga pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta harus mengikuti prosedur tetap (protap) atau Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan yang ditetapkan pemerintah. “Semua rumah sakit wajib memenuhi protap pelayanan, dan tidak hanya sekadar ditulis tapi juga dilaksanakan,” ujar Efi Syafrida MKes.

Selama pemantauannya, sebut Efi, untuk beberapa rumah sakit di Aceh sudah mematuhi protap tersebut. Namun, dalam kasus tertentu mungkin ada yang ditinggalkan. Kesalahan tersebut menjadi tanggungjawab dokter dan manajemen rumah sakit.  Untuk Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sudah melakukan tindakan tegas terhadap kelalaian karena tidak mematuhi protap.

Selain rumah sakit pemerintah, katanya, rumah sakit swasta dan klinik swasta juga harus mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Ia juga berharap lembaga pelayanan kesehatan swasta yang sudah diberikan izin praktik, kalau ingin melakukan layanan persalinan, lanjutnya, wajib menempatkan serorang dokter spesialis di tempat praktiknya. Selain itu, ia juga mendorong organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau organisasi profesi kesehatan lainya untuk menekan anggotanya agar menjalankan SOP pelayanan kepada pasien.

Pemerintah Harus Mengontrol
Redaktur Harian Serambi Indonesia, Nurdinsyam, kasus-kasus kematian ibu dan anak saat melahirkan, bukan karena minim fasilitas kesehatan, namun terletak pada kualitas pelayanan rumah sakit atau klinik. Ia meminta pemerintah mengontrol pelayanan  di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta terutama terkait dengan pelayanan pada pasien. Nurdinsyam berharap tidak terjadi lagi kasus kematian ibu dan bayi masa mendatang yang disebabkan  oleh tidak adanya dokter spesialis di rumah sakit atau tempat praktik, padahal mereka ditugaskan pemerintah untuk melayani pasien.(min) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id