Ahli Labfor Beri Keterangan Kasus Pembakaran Barak PT Fajar Baizury | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ahli Labfor Beri Keterangan Kasus Pembakaran Barak PT Fajar Baizury

  • Reporter:
  • Sabtu, Mei 21, 2016
Foto Ahli Labfor Beri Keterangan Kasus Pembakaran Barak PT Fajar Baizury

MEULABOH – Saksi ahli Laboratorium Forensik (Labfor) Medan, Sumatera Utara Kompol M Ali Akbar menegaskan barak PT Fajar Baizury and Brothers terindikasi sengaja dibakar menggunakan cairan jenis bahan bakar. Namun saat penasehat hukum terdakwa meminta hasil uji laboratorium diperlihatkan dalam ruang sidang, saksi ahli tidak dapat menunjukkannya karena alasan tidak membawa.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan perkara pembakaran barak milik PT Fajar Baizury and Brothers di Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Kamis (17/5). Saksi ahli menyebutkan pihaknya turun ke lokasi tiga bulan setelah kejadian. Namun untuk bisa membuktikan temuan dan hasil uji forensik, Ali Akbar mengatakan pihaknya belum sampai pada tahap menyimpulkan.

Selain saksi ahli dari Labfor Medan, juga turut dihadirkan saksi lainnya yakni Siti Hajar, Maskur, Teungku Saifuddin, Hamzah, Rusli, Mukti serta M Andah. Dalam pesidangan tersebut, Siti Hajar mengaku saat kejadian barak terbakar, suaminya alm Usman tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan justru berada di rumah. Dalam berita acara pemeriksaan, barak disebutkan terbakar sekitar pukul 03.00 WIB.

Sementara Siti Hajar mengatakan pada pukul 02.00 WIB suaminya sudah berada di rumah dan tidak keluar lagi. Saksi lainnya Mukti mengatakan sekitar pukul 21.30 WIB berada di sebuah warung di Desa Cot Mee, Tadu Raya bersama terdakwa Julinaidi hingga pukul 23.30 WIB. Kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing.

Saksi Rusli menyebutkan ketika ia masih berada di balai tempat pengajian Alquran (TPA) sekitar 20 meter dari rumah, sempat melihat terdakwa Julinaidi pulang ke rumahnya sekira pukul 24.00 WIB.

Sedangkan saksi M Andah mengatakan pada 7 Juli 2015 atau 10 hari menjelang lebaran, terdakwa Musilan berpamitan kepada dirinya  untuk pulang ke kampung halaman istrinya di Aceh Tengah. Berikutnya saksi M Andah yang selama ini menjabat sebagai tuha peut gampong menuturkan dua hari menjelang lebaran, terdakwa Musilan sempat menghubungi dirinya melalui telepon menanyakan honorarium sebagai anggota tuha peut. Terdakwa Musilan kala itu sempat berpesan kepada M Andah agar menyerahkan honornya kepada anak yatim jika sudah dicairkan.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Fauzi Isra SH MH akan melanjutkan sidang pekan depan. Seperti diketahui kasus pembakaran barak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar Baizury and Brothers terjadi pada Juli 2015 dengan terdakwa Asubki, Chaidir, Musilan serta Julinaidi.(edi) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id