Gubernur: Sepakati Bersama Dulu Pasal 24 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur: Sepakati Bersama Dulu Pasal 24

Foto Gubernur: Sepakati Bersama Dulu Pasal 24

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menegaskan, sikap pribadinya bersama tim Pemerintah Aceh yang membahas perubahan Qanun Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota menghendaki pihak DPRA menyepakati bersama dulu isi Pasal 24 Qanun Pilkada tersebut, baru dilanjutkan pembahasan ke pasal lainnya.

“Pihak eksekutif menolak perubahan isi Pasal 24 yang dilakukan Banleg DPRA, terutama huruf e, terkait persyaratan dukungan kepada calon perseorangan atau independen, karena pihak legislatif mengambil keputusan sepihak. Ini yang tidak kita inginkan,” kata Zaini Abdullah kepada wartawan menanggapi terhentinya pembahasan perubahan Qanun Nomor 5 Tahun 2007 tersebut.

Hal itu dinyatakannya seusai acara Pelaksanaan Penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Dana Pilkada Aceh sebesar Rp 179 miliar dari Pemerintah Aceh kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh di Restoran Pendapa Gubernur, Kamis (19/5) siang.

Zaini menegaskan, dalam pembahasan qanun, gunakanlah nilai-nilai, norma-norma hukum yang biasa dan standar, hati, dan pandangan yang jernih, serta pikiran yang sehat. Jangan paksakan kehendak.

Ia pertegas, draf perubahan Qanun Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pilkada yang diberikan eksekutif kepada DPRA, bukan tidak boleh dikoreksi atau diperbaiki demia penyempurnaan. “Silakan perbaiki, tapi harus mengacu kepada nilai-nilai, norma-norma yang standar, bukan di luar standar. Juga jangan ingin menang sendiri. Soalnya, pengesahan qanun itu baru bisa dilakukan jika kedua belah sudah sama-sama menerima dan menyekapati isi perubahan qanun yang hendak disahkan untuk dijadikan pedoman dalam aturan pilkada,” katanya.

Amatan Serambi, perubahan isi Pasal 24 huruf e tentang dukungan kepada calon perseorangan (independen) yang diubah pihak legislatif itu berbunyi: Pernyataan tertulis sebagaimana huruf d, dibuat secara individu dan diberi materai, mengetahui keuchik setempat atau nama lainnya.

Nah, perubahan isi Pasal 24 huruf e itulah yang belum disepakati tim pembahas dari eksekutif. “Tapi kenapa Ketua Banleg DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky mempublikasinya dan menyatakan, sudah disepakati bersama?” gugat Gubernur Zaini.

Tim pembahas dari eksekutif, tegas Zaini, sesungguhnya belum menyepakati perubahan isi Pasal 24 huruf e tersebut. Maka, ia meminta kepada pihak legislatif untuk mengembalikan isi Pasal 24 huruf e tersebut kepada teks aslinya, yaitu: Pernyataan tertulis sebagaimana dimaksud dalam huruf d dibuat secara individu atau kolektif, diberi materai dan mengetahui keuchik setempat atau nama lainnya.

“Kenapa kami dan tim pembahas dari eksekutif tak menyetujui perubahan narasi isi Pasal 24 huruf e yang dilakukan Banleg DPRA itu, karena persyaratan tersebut sangat memberatkan masyarakat,” imbuh Zaini.

Ia ingatkan bahwa aturan yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap dukungan masyarakat kepada calon pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang hendak maju lewat jalur independen, mengatur satu desa cukup satu materai. “Tapi aturan yang dibuat DPRA tentang hal yang sama, satu orang satu materai. Ini yang belum bisa kita terima,” tegas Zaini Abdullah.

Pihak eksekutif, lanjut Zaini, siap membahas kembali rancangan perubahan Qanun Pilkada itu, tapi harus disepakati bersama dulu isi Pasal 24 mulai dari huruf a sampai g secara bersama. Ia tidak ingin, hal-hal yang belum disepakati dijadikan daftar inventarisasi masalah (DIM).

“Soalnya, kalau sudah dilewati, tidak akan dibahas lagi. Kalaupun nanti mau selesaaikan, akan dilakukan dengan cara voting pada sidang paripurna, sementara pihak eksekutif tak bisa memberikan suaranya dalam voting tersebut. Makanya, sikap eksekutif adalah tuntaskan bersama dulu isi Pasal 24, baru pembahasan dilanjutkan ke pasal berikutnya,” ujar Gubernur Zaini didampingi Asisten I Setda Aceh, Dr Muzakar A Gani SH, MSi. (her) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id