Pema Unsyiah: Salahkah Kami Kunjungi Rumah Sendiri? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pema Unsyiah: Salahkah Kami Kunjungi Rumah Sendiri?

Foto Pema Unsyiah: Salahkah Kami Kunjungi Rumah Sendiri?

* Tanggapan terhadap Ketua DPRA

BANDA ACEH – Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin yang menyebut aksi penggeledahan ruang kerja Pimpinan DPRA oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM Unsyiah) tak beretika, Rabu lalu, sangat disesalkan pihak mahasiswa.

Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal kepada Serambi, Kamis (19/5) siang menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan orang nomor 1 di Lembaga Legislatif Aceh itu.

Menurutnya, kunjungan mahasiswa ke Gedung DPRA, Selasa (17/5), bertujuan untuk meminta klarifikasi pimpinan DPRA terkait usulan penambahan anggaran perjalanan dinas tahun ini.

Mahasiswa saat itu, lanjutnya, siap berdiskusi dengan pimpinan DPRA, namun tak satu pun dari mereka berada di kantor, sehingga mahasiswa beranggapan bahwa DPRA tidak serius.

“Tanggapan Teungku Muharuddin atas kunjungan kami ke DPRA Selasa lalu sangat menyedihkan. Salahkah kami mengunjungi rumah kami sendiri, rumah rakyat yang dibangun dengan uang rakyat Aceh?” ujar Hasrizal bernada kecewa.

Ia pertegas bawha kunjungan tempo hari itu bukanlah penggeledahan, sebagaimana ditulis di media, melainkan untuk memastikan para wakil rakyat berada di kantor itu atau tidak. “Kami dikabari staf DPRA bahwa pimpinan mereka berada di luar. Lalu kami pastikan dengan mengeceknya langsung ke ruangan pimpinan DPRA,” kata Hasrizal sembari menambahkan bahwa aksi mahasiswa ke ruang pimpinan DPRA itu didampingi sejumlah staf DPRA.

Lagi pula, katanya, aksi mahasiswa memasuki ruang pimpinan DPRA sudah direstui staf Kesekretariatan DPRA. “Mereka bilang, kalau tidak percaya ya silakan saja cek ke ruangan pimpinan. Itu artinya, sudah diizinkan bukan?” tukas Hasrizal.

Ia juga menyebutkan bahwa mahasiswa mengantongi izin kepolisian untuk menggelar aksi di DPRA itu. Lagi pula, tambah Hasrizal, kesemua aksi di gedung dewan tersebut berlangsung tertib dan terukur. “Tidak ada aksi yang berlebihan dari mahasiswa dan tidak ada perusakan. Kami tidak menyentuh benda apa pun di ruang itu. Kami cuma buka pintu dan memastikan ada orangnya atau tidak. Dan ternyata memang tak ada,” ucapnya.

Hasrizal menyebutkan, saat massa sudah menunggu lama di gedung, barulah akhirnya Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan tiba. Menurutnya, Irwan mengatakan bahwa rencana penambahan anggaran itu sesuai dengan realitas yang dibutuhkan. “Mengingat efisiensi anggaran, kami tidak menginginkan ada penambahan pada anggaran perjalanan dinas. Kami belum melihat hasil yang memuaskan terkait kinerja DPRA, masa mahal tali ketimbang lembu?” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan Serambi kemarin, Ketua DPRA, Tgk Muharuddin menanggapi pernyataan mahasiswa yang menuding DPRA pengemis dan sengaja mengeruk uang rakyat untuk kepentingan pribadi, lantaran meminta tambahan uang perjalanan dinas tahun ini.

“DPRA bukan pengemis, jangan langsung menuduh DPRA seperti itu. Semuanya bisa kita bicarakan baik-baik dengan cara diskusi agar semunya mengerti terkait anggaran tersebut. Kemudian, sikap mahasiswa yang menggeledah ruangan di DPRA juga tidak baik, itu tidak beretika,” kata Muharuddin.

Ia ingin masyarakat tak salah paham, termasuk mahasiswa. “Jangan dimanfaatkan oleh pihak yang mengambil kesempatan dalam persoalan ini,” demikian Muharuddin. (fit) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id