Aktivis Peringati 13 Tahun Darurat Militer Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aktivis Peringati 13 Tahun Darurat Militer Aceh

Foto Aktivis Peringati 13 Tahun Darurat Militer Aceh

BANDA ACEH – Puluhan aktivis dan mahasiswa Aceh, Kamis (19/5) pagi, menggelar aksi memperingati 13 tahun penetapan Darurat Militer di Aceh. Aksi itu berlangsung di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh.

Amatan Serambi, puluhan mahasiswa dan aktivis menggelar aksi selama dua jam, dengan membentangkan poster dan spanduk tuntutan penyelesaian kasus HAM di Aceh. Mereka berorasi secara bergantian. Aksi itu juga ikut serta keluarga korban pelanggaran HAM.

Dalam aksi ini, mereka menuntut negara bertanggung atas penetapan Darurat Militer di Aceh, dengan membentuk pengadilan HAM. Pasalnya, dengan darurat sudah menyebabkan pelanggaran HAM selama enam bulan darurat militer itu.

Mereka juga mendesak Komnas HAM agar segera menindaklanjuti semua temuan saat memantau Darurat Militer Aceh. Berdasarkan data Tim Ad Hoc Aceh bentukan Komnas HAM, tercatat 70 kasus pelanggaran HAM.

Sedangkan Pemerintah Aceh diminta segera membentuk Lembaga Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, guna memenuhi hak korban pelanggaran HAM di Aceh. Karena dengan lembaga KKR, pelanggaran HAM masa lalu dapat diselesaikan secara berkeadilan dan bermartabat.

“Negara wajib menyelesaikan pelanggaran HAM Aceh secepatnya, karena jika negara membiarkan pelanggaran ini berlarut-larut, maka kita tidak akan dapat belajar dari kelamnya konflik Aceh, karena konflik harus pembelajaran agar tidak terulang lagi kedepan,” ujar Koordinator Aksi, Hendra Saputra kemarin.

Menurut Hendra, dalam menata perdamaian Aceh ke depan, pemerintah tidak bisa melupakan masa lalu. Karena Aceh sejak dahulu terus terlibat konflik, mulai perang cumbok, DI/TII, hingga DOM, maka Aceh harus ditata dengan baik, salah satu cara untuk mencapainya maka harus ada penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.

Ia merincikan ada sejumlah kasus yang hingga kini belum diselesaikan yaitu kasus DOM selama operasi jaring merah, kasus Rumoh Geudong, kasus Jambo Peupok, kasus Simpang KKA, kasus Idi Cut, kasus Alue Nireh, kasus Arakundo, dan kasus pembantaian Tgk Bantaqiah. (mun) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id