Polisi Tahan Staf STIMI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tahan Staf STIMI

Foto Polisi Tahan Staf STIMI

* Kasus Dugaan Penggelapan Uang Sidang Mahasiswa

MEULABOH – Polres Aceh Barat resmi menahan M (27), oknum staf Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh dalam kasus dugaan penggelapan uang sidang skripsi mahasiswa Kampus STIMI, Rabu (18/5) sore.

Penyidik menahan yang bersangkutan setelah ditetapkan sebagai tersangka dengan jumlah uang yang diduga digelapkan mencapai Rp 170,9 juta. Hingga kemarin tersangka yang sudah diberhentikan pihak kampus swasta tersebut masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Aceh Barat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Hardy Meladi Kadir didampingi Kanit II Eksus Aipda Firdaus mengatakan tersangka ditahan di Mapolres untuk proses pengusutan lebih lanjut.

“Dari perkiraan sementara kerugian mencapai Rp 170,9 juta dengan jumlah korban 88 mahasiswa. Tersangka dijerat Pasal 372 KUHAP tindak pidana penggelapan dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Kanit II Eksus Aipda Firdaus. Sementara itu kemarin penyidik juga mempertemukan tersangka dengan sejumlah korban di ruang Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polres guna menggali informasi tambahan dalam mengusut kasus tersebut.

Firdaus menyebutkan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, M telah menjalani pemeriksaan dari pagi hingga sore sebagai saksi. Namun karena tersangka sudah mengakui perbuatannya serta memenuhi unsur termasuk barang bukti (BB), akhirnya penyidik menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan di sel Mapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 mahasiswa STIMI Meulaboh mengadukan seorang staf kampus itu pada 30 April 2016 ke polisi atas dugaan penggelapan uang sidang skripsi. Setiap mahasiswa menyetor uang ke oknum staf tersebut sebesar Rp 2.750.000 per orang dan kemudian menyetor lagi Rp 300 ribu per orang untuk biaya sidang skripsi. Kasus itu terjadi akhir tahun 2015. Namun setelah beberapa waktu kemudian ketika akan mengikuti sidang skripsi mahasiswa tidak dibenarkan ikut sidang dengan dalih belum melunasi biaya sidang skripsi.

Sementara pihak Kampus STIMI menyatakan kasus tersebut di luar tanggung jawab kampus. Sebab kampus sudah menempelkan nomor rekening, tetapi mengapa mahasiswa menyetornya kepada oknum staf tersebut yang bukan menjadi tugasnya. Kasus ini sudah pernah disikapi pihak kampus berupa membuat surat perjanjian dengan oknum staf yang terlibat bahwa yang bersangkutan berjanji akan mengembalikan uang yang disetor mahasiswa paling lambat Mei 2016.

Tersangka M kepada wartawan di Mapolres Aceh Barat Rabu (18/5) sore mengatakan dirinya pasrah dengan kasus yang membelitnya. Ia juga tengah berupaya mengembalikan seluruh uang yang diterimanya. Namun sejauh ini baru 17 orang mahasiswa yang sudah dikembalikan. Selebihnya ia mengaku belum punya uang karena sudah dipakai untuk menutupi utang. “Saya berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan jalan terbaik,” kata wanita bersuami dan dua anak yang masih kecil itu.

Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat Banta Lidan menyatakan tim Pansus DPRK sudah turun ke Kampus STIMI untuk menggali informasi dari mahasiswa dan penggelola kampus sebagai tindak lanjut pengaduan mahasiswa ke DPRK. “DPRK berharap meski kasus ini sudah ditangani polisi, tetapi kita harap mahasiswa yang menjadi korban tidak dirugikan lagi. DPRK segera menjadwalkan pemanggilan pihak kampus termasuk akan menghadirkan Kopertis Aceh,” ungkapnya.(riz) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id