Waspadai Aktivitas Orang Asing di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Waspadai Aktivitas Orang Asing di Aceh

Foto Waspadai Aktivitas Orang Asing di Aceh

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri menggelar Forum Komunikasi dan Koordinasi dalam Rangka Pemantauan dan Pengawasan Jurnalis/Syuting Film Asing di Aceh, di Sulthan Hotel, Banda Aceh, Kamis (19/5/2016).

Kegiatan yang diikuti 100 peserta dari unsur Kesbangpol se-Aceh, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan forum kemitraan dibuka oleh Kasubdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing, Drs Heru Matador MSi.

Sedangkan sambutan dari Pemerintah Aceh diwakili Kakan Kesbangpol Linmas diwakili Sekretaris Kesbangpol Linmas, T Nasruddin SE.

Ada tiga pemateri yang dihadirkan pada forum tersebut yaitu Kabinda Aceh Brigjen Agus Joesni, Kadiv Keimigrasian Kemenkum HAM Aceh Ahmad Samadan, dan T Nasruddin SE dari Kesbangpol Linmas Aceh. Sedangkan Kasubdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing Drs Heru Matador bertindak sebagai keynote speaker.

Di hadapan forum Rakor, ketiga pemateri, twrmasuk keynote speaker menekankan tentang pentingnya kerjasama lintas-lembaga, lintas-organisasi, LSM, dan tokoh-tokoh masyarakat dalam hal pemantauan aktivitas orang asing di Indonesia. Dalam hal ini termasuk aktivitas jurnalis dan syuting film asing di Aceh pada khususnya.

“Banyak alasan mereka masuk ke Indonesia. Kita berharap mereka mematuhi semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tandas salah seorang pemateri dari Divisi Keimigrasian.

Pemateri juga mencontohkan pasangan turis asing di Lhokseumawe. Mereka memang mengantongi berbagai izin, namun ketika mandi-mandi di pantai hanya menggunakan kolor.

“Ini tentu tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Aceh sebagai daerah dengan syariat Islam,” kata Kadiv Keimigrasian Kemenkum HAM Aceh.

Sedangkan terkait dengan aktivitas jurnalis, dicontohkan kasusnya oleh Heru Matador tentang aktivitas jurmalis di Papua yang tidak mengantongi izin melakukan kegiatan jurnalistik.

“Kalau seorang wartawan tidak bisa memperlihatkan dokumen apapun, itu wartawan abal-abal. Harus kita waspadai, termasuk aktivitas jurnalis asing,” tandas Kasubdit Pengawasan Orang Asing dan Lembaga Asing tersebut. (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id