Unsyiah Panggil 58 Kepsek | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Unsyiah Panggil 58 Kepsek

Foto Unsyiah Panggil 58 Kepsek

* Kelulusan Siswanya Bermasalah

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memanggil 58 kepala sekolah (kepsek) SMA/SMK/MA yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan Sumatera Utara, Rabu (18/5) kemarin. Semua mereka datang untuk berkoordinasi tentang kelulusan para mantan siswa mereka di Unsyiah melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2016.

“Kelulusan mantan siswa mereka di Unsyiah dipermasalahkan pihak Unsyiah karena rendahnya Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) sekolah tersebut,” kata Humas SBMPTN Unsyiah, Dr Ilham Maulana kepada Serambi tadi malam. Hal serupa juga ia ungkapkan pada Rabu pagi saat menjadi narasumber tamu dalam talkshow interaktif membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia edisi kemarin di Radio Serambi FM.

Setelah mendapatkan pengarahan dari Wakil Rektor I Unsyiah, Dr Hizir, kata Ilham, seluruh kepsek tersebut bersedia menandatangani surat pernyataan yang menegaskan bahwa tahun depan kepsek akan berupaya memperbaiki tingkat kejujuran pelaksanaan UN.

Apabila di masa mendatang nilai IIUN sekolah tersebut tidak meningkat signifikan, maka para kepsek bersedia menerima sanksi untuk tidak diikutsertakan pada proses seleksi SNMPTN di Unsyiah.

Sebelumnya, ungkap Ilham, Unsyiah merilis daftar 84 sekolah asal siswa yang lulus melalui jalur SNMPTN ke Unsyiah. Namun, sekolah tersebut termasuk yang memiliki nilai IIUN di bawah 40,00. Nilai tersebut berada di bawah nilai rata-rata IIUN secara nasional, yaitu 64,05.

Nilai yang dikeluarkan Pusat Penilai Pendidikan (Puspendik) itu menggambarkan tingkat kejujuran UN setiap sekolah. Sebanyak 47 dari sekolah yang termasuk dalam rilis tersebut berasal dari Aceh, sedangkan sisanya berasal dari Sumatera Utara.

Sebelumnya, Unsyiah mengumumkan 1.990 peserta SNMPTN dinyatakan lulus seleksi masuk ke Unsyiah. Namun, mereka masih harus ikut tahapan verifikasi rapor dan dokumen lainnya. Verifikasi tahap pertama telah meluluskan 1.405 orang yang secara umum telah diterima menjadi mahasiswa Unsyiah.

Hingga Rabu (18/5) kemarin, masih ada beberapa calon mahasiswa yang baru menyerahkan rapor mereka. Status mahasiswa mereka yang telah lulus verifikasi ini juga dapat gugur jika tidak hadir pada pagi hari tanggal 31 Mei untuk mengikuti pengarahan.

Pengarahan dilakukan tanggal 31 Mei tersebut, untuk menutup kemungkinan peserta yang telah lulus di jalur SNMPTN kembali ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Siapa saja di antara calon mahasiswa yang sudah lulus via SNMPTN tapi ikut SBMPTN kembali atau tidak hadir ke pengarahan sejak pagi hari yang telah ditetapkan tersebut, kelulusan mereka digugurkan,” kata Ilham.

Selain mengikuti pengarahan, mereka yang telah dinyatakan lulus verifikasi ini harus mengisi biodata Uang Kuliah Tunggal (UKT) di laman www.uktb.unsyiah.ac.id, 25-31 Mei 2016. Semua pengumuman dan progress verifikasi dapat diikuti di laman www.unsyiah.ac.id atau di www.pmb.unsyiah.ac.id. (dik) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id