Kembalinya Sang Jenderal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kembalinya Sang Jenderal

Foto Kembalinya Sang Jenderal

KISAH para jenderal mengatur dari pinggir lapangan hijau sudah berlangsung sejak lama di sepakbola. Misalnya, Jenderal Franco di Spanyol yang membela Real Madrid, dan menindas Barcelona periode 1955-1956 hingga 1959-1960. Ini merupakan salah satu contoh fenomenal Jenderal dengan nama lengkap Francisco Franco Bahamonde. Ia seorang diktator yang menguasai Spanyol sejak 1939 hingga tamat pada 1975. El Classico sebagai simbol rivalitas El Barca dengan El Real merupakan warisan sang jenderal yang abadi hingga kini.

Kecintaan Franco terhadap sebuah klub tak jauh beda dengan diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler yang merupakan fans sejati klub Schalke. Cinta yang berlebihan Hitler hingga mengutus orang kepercayaannya, Joseph Goebbels untuk menekan Federasi Sepakbola Jerman (DFB) supaya mengatur agar Schalke menjadi juara. Para jenderal Nazi juga terlibat untuk melaksanakan titah sang fuhrer–julukan populer Hitler–. Hasilnya pun bisa ditebak, tim berjuluk Die Koenigsblauen itu membawa pulang enam kali trofi juara sejak musim 1933/1934 hingga 1941/1942.

Kini sang jenderal sungguhan bernama Anghel Iordanescu turut membawa pasukan Timnas Rumania ke Piala Eropa 2016 di Prancis. Jenderal bintang tiga yang disandangnya atau Letnan Jenderal bermula sejak menjadi pemain junior pada 1962 hingga akhirnya 1993 sebagai pelatih Steaua Bucuresti. Ini sebuah klub besar milik tentara Rumania.

Ia pertama kali mendapat pangkat kolonel setelah ia resmi menjadi pelatih klub itu. Setelah penampilan gemilang Rumania di Piala Dunia 1994, ia naik pangkat menjadi mayor jenderal. Kemudian mendapat tiga bintang alias letnan jenderal pada Desember 2015. Tapi kedatangannya ke Prancis kali ini bukan untuk menekan panitia penyelenggara guna mengatur Rumania menjadi jawara.

Dia juga bukan sembarangan jenderal yang akan memberi instruksi di pinggir lapangan. Kariernya sebagai pelatih telah menoreh banyak prestasi membanggakan bagi Rumania. Bahkan, dia pernah merasakan manisnya sejumlah gelar bersama klub Steaua Bucharest di Liga Rumania. Empat kali dia pernah berjaya dengan memberi trofi kepada klub yang dipimpinnya pada musim 1986/1987, 1987/1988, 1988/1989, dan 1992/1993. Lewat sentuhannya membuat Steaua pernah masuk final Liga Champions pada musim 1988/1989. Langkahnya mengangkat trofi si kuping besar dihentikan AC Milan lewat kemenangan menyakitkan, 0-4. Kini timnas Rumania yang berjuluk Tricolorii (tiga warna) kembali mengadu nasib di bawah panglima perang jenderal sungguhan untuk bertemur demi prestasi di Prancis. Ini merupakan kali ketiga bagi Angel menjadi coach Rumania sejak memimpin pada tahun 1993 hingga 1998. Periode cemerlang baginya adalah ketika membawa Rumania ke perempatfinal Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kemudian menuju 16 besar Piala Dunia 1998 di Prancis. Keberhasilan Coach Anghel setelah mempermalukan raksasa Inggris.

Tapi nasib buruk menimpanya ketika kembali lagi ke Timnas pada 2002. Karena Anghel tak mampu meloloskan Rumania ke Euro 2004. Kini dia dipanggil lagi untuk mengangkat prestasi Rumania di Prancis. Sejumlah pengalaman masa lalu yang dilaluinya menjadi modal jenderal sungguhan Coach Tricolorii untuk memompa semangat armada Rumania berprestasi. Meski ini bukan tugas mudah bagi sang jenderal mengingat pasukan lain lebih diunggulkan menjadi pemenang di Benua Biru.(adi) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id