Korban Hanyut Ditemukan Tewas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Hanyut Ditemukan Tewas

Foto Korban Hanyut Ditemukan Tewas

* Banjir Surut Total

SUBULUSSALAM – Setelah dua hari dicari, Tim Search and Rescue (SAR) Kota Subulussalam akhirnya pada Selasa (17/5) siang menemukan jasad Irwansyah (20) yang hanyut di Sungai Penuntungan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (15/5) petang.

Pemuda itu sebelumnya hanyut saat berenang menyeberangi Sungai Penuntungan bersama abangnya, Samian alias Buyung (24). Saat mereka berada di tengah sungai, arus sungai tiba-tiba deras lantaran banjir di hulu, sehingga Irwansyah hilang terseret arus.

“Korban ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa di kawasan Desa Danau Teras, Kecamatan Simpang Kiri,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Muhammad Ridwan SIK yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK kemarin.

“Benar, korban sudah ditemukan tim SAR dan sekarang telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah,” kata Kapolsek Penanggalan, Iptu Agus Riwayanto.

Menurutnya, korban yang merupakan penduduk Dusun AMD, Desa Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri, itu ditemukan dalam kondisi tersangkut di akar pohon. Kemudian, mengapung di aliran sungai, tak jauh dari Namo Kongkir (sebuah sungai yang berbentuk danau -red).

Kondisi jenazah masih utuh, memakai celana panjang tanpa baju. Korban kemudian dibawa ke rumah orang tuanya untuk difardukifayahkan.

Seperti diberitakan kemarin, korban hanyut pada Minggu (15/5) menjelang malam saat menyeberang Sungai Penuntungan yang merupakan lokasi objek wisata pemandian alam.

Kapolsek Iptu Agus Riwayanti mengimbau masyarakat agar menjaga diri masing-masing. Jangan dulu terlalu sering ke daerah wisata yang rawan bencana karena sekarang cuaca masih ekstrem.

Dari Singkil dilaporkan, banjir di enam desa dalam Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, surut pada Selasa (17/5). Di permukiman penduduk Dusun Handel, Rimo dan Desa Cingkam, Gunung Meriah, tinggi air berkurang jauh dibanding sehari sebelumnya.

Jalan nasional Singkil-Subulussalam di kawasan Silatong, Simpang Kanan yang sebelumnya terendam, kini sudah mengering. Tak ada lagi antrean kendaraan. Sedangkan di ruas jalan Gunung Meriah-Singkohor, air masih tergenang, namun kendaraan bisa melintas dengan lancar. “Banjir makin siang terus surut,” kata Irwan, relawan SAR Aceh Singkil.

Dari Blangpidie juga dilaporkan bahwa banjir luapan dan kiriman di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama dua hari, Sabtu dan Minggu (15/5) malam, berdampak terhadap 5.522 kepala keluarga (KK) atau 24.020 jiwa. Mereka tersebar dalam tujuh kecamatan dari sembilan kecamatan. “Tak ada korban jiwa, namun banjir telah merusak beberapa fasilitas umum,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin SPd. Disebutkan, warga yang terkena dampak banjir di tujuh kecamatan itu adalah Lembah Sabil 870 KK (3.048 jiwa), Manggeng 2.322 KK (9.517 jiwa), Tangan-Tangan 1.976 KK (8.122 jiwa), Setia 92 KK (393 jiwa), Blangpidie 1.550 jiwa, Susoh 200 KK (1.000 jiwa), dan Kecamatan Jeumpa 62 KK (390 jiwa).

Sementara itu, banjir yang menerjang dua kecamatan di Aceh Jaya (Kecamatan Pasie Raya dan Teunom), kemarin telah surut total. Meski banjir merendam ratusan rumah warga sejak Minggu lalu, tapi tak menyebabkan korban jiwa, kecuali kerugian yang dirasakan petani karena padi mereka terendam hingga puluhan hektare.

“Banjir susulan itu juga telah menghentikan aktivitas para petani selama dua hari,” kata Camat Pasie Raya, Aceh Jaya, Ifan Murdani. Banjir juga membuat sebagian warga tak sempat pergi ke kebun masing-masing karena harus membersihkan rumah dari lumpur dan bengkalai banjir. (lid/de/nun/c45) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id