Raskin Menumpuk di Gudang Bulog | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Raskin Menumpuk di Gudang Bulog

Foto Raskin Menumpuk di Gudang Bulog

* Bupati Galus belum Teken Perbup

BLANGKEJEREN – Lima ton lebih beras miskin (Raskin) jatah lima bulan mulai Januari-Mei 2016 untuk warga 11 kecamatan belum disalurkan dan menumpuk di Gudang Buloq Sentang Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus). Karena Peraturan Bupati (Perbup) tentang penyaluran beras miskin (Raskin) di Kabupaten Gayo Lues (Galus) belum diteken Bupati Ibnu Hasim.

Lima ton raskin di Galus tersebut terancam membusuk dan berkutu. Padahal masyarakat selaku penerima manfaat selama ini menunggu bantuan itu disalurkan. Informasi yang diperoleh Serambi, kendala raskin tidak disalurkan terjadi di pemerintah kabupaten setempat. Karena sedang membuat Perbup dan belum mengeluarkan Surat Perintah Alokasi (SPA) untuk penyaluran raskin tersebut.

Kepala Gudang Buloq Sentang, Junaidi Abdillah, kepada Serambi, Selasa (17/5) mengatakan, raskin jatah lima bulan yang menumpuk dan belum disalurkan dari gudang sebanyak 563.550 Kg (5 ton lebih). Ini merupakan jatah Januari-Mei 2016 untuk 7.514 Rumah Tangga Pasaran Penerima Manfaat (RTS PM) tersebar di 11 kecamatan di kabupaten tersebut.(lihat 11 kecamatan jatah raskin)

“Raskin yang belum disalurkan itu karena ada masalah dan kendala dari di Pemkab Galus yang belum menandatangani Perbup dan belum mengeluarkan SPA untuk penyaluran raskin jatah lima bulan. Padahal pihak Buloq tidak ada masalah dan selalu siap untuk menyalurkan raskin,” kata Junaidi.

Bupati Galus Ibnu Hasim, kepada Serambi sebelumnya mengatakan, raskin jatah lima bulan yang masih menumpuk di gudang Buloq tersebut akan ditebus oleh Pemkab Galus dalam waktu dekat ini secara keseluruhannya. Bahkan Pemkab telah mengalokasi anggaran untuk biaya tebus hingga biaya pengangkutan raskin ke masing-masing desa di kabupaten itu.

“Pemkab akan mengratiskan dan menanggung semua biaya raskin di Galus. Namun Peraturan Bupati tentang hal itu belum selesai, sehingga raskin jatah lima bulan itu belum ditebus dari pihak Buloq,” kata Ibnu Hasim sebelumnya.

Sedangkan secara terpisah, Kabag Ekonomi Pemkab Galus, Yunus yang dihubungi Serambi, Selasa (17/5) petang mengaku, Perbup tentang penyaluran raskin di Galus tersebut sudah final. Namun, belum ditandatangani dan kini masih menunggu kepulangan Bupati dari luar daerah. Bahkan soal data RTS PM raskin tersebut di kabupaten itu belum valid.

“Dari 11 kecamatan penerima raskin tersebut, data yang sudah valid, yakni baru Kecamatan Blang Pegayon, namun belum ditetapkan soal kuotanya. Sedangkan untuk data RTS PM dari 10 kecamatan lainnya sama sekali belum valid,” ujar Yunus.(c40) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id