FOTO Setahun Pengungsi Rohingya di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

FOTO Setahun Pengungsi Rohingya di Aceh

Foto FOTO Setahun Pengungsi Rohingya di Aceh

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Para pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh setahun lalu sudah memulai kehidupan normal. Anak-anak pengungsi ini juga sudah mulai bersekolah layaknya anak-anak Aceh lainnya.

Tepat pada 14 Mei 2016, penempatan para pengungsi Rohingya ini sudah genap setahun di Langsa. Bertepatan dengan itu, sejumlah lembaga yang diprakarsai Yayasan Geutanyoe menggelar pertunjukan bertema “Pemulia Jamee” di Kantor P2TP2A Kota Langsa.

Dalam acara ini, Yayasan Geutanyoe mempertunjukkan foto-foto hasil bidikan kamerawan internasional dan nasional, yang bercerita tentang realitas hidup pengungsi Rohingya sejak diselamatkan oleh nelayan Aceh Mei tahun lalu.

Tak lupa foto-foto menarik jepretan dari para pengungsi sendiri. Sebagaimana dituturkan panitia acara Faisal Azani, “kegiatan pameran foto dan video ini juga dimaksudkan sebagai sebuah kesempatan bagi  pengungsi untuk mengekspresikan potret kehidupan mereka selama di Aceh”.

Selain kegiatan pameran foto dan video, Yayasan Geutanyoe juga memfasilitasi para pengungsi Rohingya di Aceh untuk berkirim surat ke sejumlah lembaga PBB dan internasional, serta kepada Presiden Republik Indonesia.

Masalahnya, semakin dekatnya tenggat waktu yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk ditampung sementara di Aceh, menunggu penempatan permanen ke negara ketiga.

Sejumlah pengungsi di Langsa menuturkan, bahwa dalam surat yang mereka buat itu, mereka meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mengizinkan mereka menetap lebih lama lagi Aceh.

Mereka beranggapan bahwa perlakuan terhadap pengungsi Rohingya di Aceh masih lebih baik dibandingkan negara lain, disini mereka diperlakukan layaknya manusia pada umumnya, sangat baik dan manusiawi.

Pengungsi juga menggambarkan perubahan besar yang dialami anak-anaknya, karena mendapat dukungan dari Pemko Langsa dan sejumlah organisasi kemanusiaan untuk bersekolah di Sekolah Dasar (SD) layaknya anak-anak Indonesia pada umumnya.

Direktur Internasional Yayasan Geutanyoe, Lilianne Fan mengatakan, selama menangani Rohingya di Aceh setahun terakhir, Pemko Langsa dan Pemerintah Aceh telah menunjukkan kepimpinan yang luar biasa dalam urusan kemanusiaan.

Lilian mengatakan, Pemko Langsa telah melakukan sejumlah inisiatif bersejarah terkait penanganan pengungsi Rohingya, diantaranya penyusunan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Penanganan Kemanusiaan bagi pengungsi lintas negara, dan integrasi sejumlah anak Rohingya ke dalam sekolah formal yang patut dijadikan contoh di level nasional, ASEAN dan Internasional. (*) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id