Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika

Foto Mulai Asia, Eropa, hingga Amerika

GERAKAN Antikorupsi (GeRAK) Aceh mencatat, selama tahun 2015, seluruh komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, kecuali komisi IV.

Total jumlah anggota dewan yang melakukan kunker 44 orang, PNS pendamping (dari sekretariat dewan/setwan) 14 orang, dan tenaga ahli/staf komisi tujuh orang.

“Dari hasil dokumen yang kami miliki, setiap kali perjalanan, paling sedikit satu rombongan terdiri atas lima orang, dan paling banyak sepuluh orang. Kegiatan ini memperlihatkan penghamburan uang publik. Apalagi jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari kunker, sama sekali tidak bisa dipakai untuk kepentingan rakyat Aceh,” kata Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani, dalam pernyataannya kepada Serambi, Senin (16/5).

Di sisi lain, GeRAK memberikan apresiasi, khususnya kepada Komisi IV (Bidang Pembangunan dan Tata Ruang) DPRA, dengan alasan apa pun, tidak melakukan kunjungan ke luar negeri mengingat kondisi Aceh karut-marut dan banyak kegiatan lain yang prioritas didanai.

“Catatan kita juga, ada beberapa anggota dewan yang mengurungkan niatnya untuk tidak ikut berangkat walaupun sudah mendapat rekomendasi baik dari kepala daerah maupun Kementerian Dalam Negeri. Para anggota dewan yang seperti ini adalah mereka yang pantas mendapat kepercayaan publik,” ulas Askhalani.

Melihat urgensi keberangkatan ke luar negeri, kata dia, umumnya karena memenuhi undangan studi banding, baik di bidang pendidikan, pelatihan, dan peluang kerja sama. Dia mencontohkan, Komisi I DRPA yang melakukan studi banding ke University Uludag, Turki, untuk studi reformasi birokrasi. Tak jelas, reformasi birokrasi semacam apa yang didalami anggota dewan di kampus yang berada di negeri Recep Tayyip Erdogan itu.

Selain itu, komisi II juga melakukan kunjungan ke Inggris yang katanya untuk melakukan studi produksi pertanian. “Padahal, jika melihat kecocokan, iklim dan geografi Thailand lebih cocok dibandingkan dengan Inggris,” kata dia.

Komisi III juga memberangkatkan sepuluh orang untuk memenuhi undangan pembicaraan pinjaman lunak Kfw Development Bank alias Bank Pembangunan Jerman.

Lalu, komisi V memberangkatkan sepuluh orang melakukan kunker ke Amerika Serikat. Mereka, antara lain, ke Rhode Island University.

Selanjutnya, Komisi VI DPRA yang memberangkatkan 13 orang dalam dua gelombang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan kebencanaan di Osaka, Jepang. “Terlalu banyak yang diberangkatkan. Sebetulnya, lebih efisien jika mendatangkan narasumber saja ke Aceh. Apalagi Aceh selama ini didorong sebagai klinik atau laboratium mitigasi bencana tsunami di tingkat regional,” katanya.

Komisi VIII sendiri memberangkatkan 15 orang untuk kunker bidang agama, budaya, dan pariwisata ke Turki. Kunjungan dilakukan atas undangan UKBA sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang keagamaan, budaya, dan sosial di Turki.

Melihat kondisi tersebut, GeRAK Aceh mendesak DPRA untuk menyetop perjalanan ke luar negeri dengan menggunakan uang rakyat. Hal ini sangat penting untuk menghemat anggaran Aceh dan bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang berdampak langsung terhadap masyarakat Aceh, seperti membangun rumah kaum duafa.

Selain itu, GeRAK Aceh juga meminta Gubernur/Wakil Gubernur Aceh untuk tidak gegabah memberikan rekomendasi keberangkatan dewan ke luar negeri. “Alasan keberangkatan harus melihat urgensi dan mempertimbangkan efisiensi anggaran, rombongan yang berangkat tidak perlu ramai,” tutur Askhalani.

GeRAK juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi kinerja anggota DPRA. Khususnya kegiatan kunjungan kerja ke luar negeri. “Publik Aceh harus siap #Menolak Lupa terhadap kunker dewan ke luar negeri yang dilakukan sembunyi-sembunyi,” timpalnya lagi. (sak)

(uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id