Banjir Landa Lima Daerah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Banjir Landa Lima Daerah

Foto Banjir Landa Lima Daerah

* Transportasi Lumpuh

* Puluhan Rumah Roboh

SUBULUSSALAM – Hujan lebat yang mengguyur sejak Minggu (15/5) malam menyebabkan lima daerah di pantai barat dan selatan Aceh dilanda banjir. Masing-masing Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Jaya. Banjir menyebabkan lintas Subulussalam-Tapaktuan lumpuh dan puluhan rumah warga di Aceh Singkil roboh.

Selain itu, 800 hektare (ha) areal persawahan di Abdya terendam, dua kecamatan di Aceh Jaya tergenang lebih dari 1 meter, dan guyuran hujan memicu banjir luapan dan meluasnya abrasi di Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Khusus di Kota Subulussalam, hujan lebat bukan saja menyebabkan banjir, tapi juga turut menghanyutkan Irwansyah Putra (20), saat sedang mandi di sungai. “Pemuda itu hanyut di pemandian alam kawasan Penuntungan. Sampai sekarang masih dicari,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Muhammad Ridwan SIK yang dikonfirmasi Serambi, Senin (16/5) siang melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Agus Riwayanto Diputra SIK.

Menurut Kapolsek Penanggalan, korban yang terseret arus sungai itu merupakan penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Dikisahkan, korban bersama abangnya, Samian alias Buyung (24), sepakat menyeberangi sungai. Abangnya berada di depan. Sesampai di seberang ia kaget karena adiknya itu tak lagi kelihatan. Ia duga, arus sungai yang tiba-tiba mengganas akibat banjir penyebab adiknya hanyut.

Sampai berita ini dimuat tadi malam, warga masih mencari hingga ke hilir sungai, kawasan Belegen dan Danau, tapi korban belum ditemukan.

Banjir di Kota Subulussalam juga menyebabkan kawasan Sultan Daulat meluap. Akibatnya, arus lalu lintas jurusan Subulussalam-Tapaktuan maupun sebaliknya lumpuh sejak Senin (16/5) dini hari hingga pagi.

Pantauan Serambi, banjir merendam kawasan Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, sekitar 13 km dari Subulussalam. Banjir merendam hampir 200 meter badan jalan nasional yang menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat pantai barat-selatan Aceh menuju Medan, Sumatera Utara.

Dari Singkil dilaporkan, banjir merendam ribuan rumah penduduk dan jalan raya di Aceh Singkil, Senin (16/5). Akibatnya, satu rumah milik Ali Jasmudin, warga Tanjung Mas, roboh dan transportasi di lintas Singkil-Subulussalam, tepatnya di kawasan Silatong, lumpuh.

Permukiman penduduk yang terendam banjir masing-masing Desa Silatong, Ujung Limus, Tanjung Mas, Cibubukan, Serasah, dan Desa Lae Riman, Simpang Kanan. Kemudian, Desa Cingkam dan Dusun Handel, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah. Banjir juga sempat merendam Desa Lae Balno, Danau Paris, namun hanya beberapa jam. Irwan, relawan SAR Aceh Singkil mengatakan, arus banjir yang sangat deras dan dalam di badan jalan mengisolasi penduduk Tanjung Mas, Cibubukan, dan Serasah.

Sejumlah aparat TNI terpantau memandu kendaraan yang memaksakan diri menerobos banjir. “Banjir merendam jalan, kami membantu memandu kendaraan yang coba menerobos,” kata Dandim 0109/Singkil Letkol Kav Kapti Hertantyawan melalui Danramil Simpang Kanan Kapten Inf Irwansyah, di lokasi banjir.

Seluas 800 hektare (ha) area persawahan di Kabupaten Abdya terendam banjir menyusul curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Area persawahan yang paling parah dilanda air luapan tersebut adalah Kecamatan Tangan-Tangan, Setia, dan Blangpidie. “Di tiga kecamatan ini, persawahannya dalam kondisi siap panen,” kata

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Abdya, Maswadi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin mengaku banyak sawah terendam banjir, karena saluran irigasi tak mampu menampung air luapan akibat curah hujan tinggi.

“Akibat derasnya air, saluran irigasi di Gampong Lhang, Kecamatan Tangan-Tangan, terbawa arus. Akan kita perbaiki dengan membuat beronjong menggunakan dana tanggap darurat,” ujar Amiruddin.

Sejumlah kawasan di Abdya juga dilanda banjir susulan dan kiriman akibat luapan sungai setempat. Setelah peristiwa pertama Sabtu malam melanda tiga kecamatan, tujuh kecamatan juga direndam banjir saat terjadi banjir susulan pada Minggu (15/5) malam.

Pada peristiwa kedua ini, banjir merendam ratusan rumah warga, badan jalan nasional/jalan desa, sawah yang sedang dipanen, dan fasilitas umum sampai pukul 23.30 WIB. Menjelang pagi, air surut.

Banjir susulan kembali terjadi di dua Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya, yaitu Kecamatan Pasie Raya dan Teunom dengan ketinggian mencapai 1 meter lebih, Senin (16/5) pukul 04.00 WIB.

Peristiwa itu terjadi akibat hujan deras kembali mengguyur daerah itu pada Minggu malam, sehingga warga kembali disibukkan dengan menyelamatkan barang dan peralatan rumah tangga dari jangkauan air.

“Banjir susulan tersebut mulai berangsur-angsur surut sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Sekcam Teunom, Ir Zainuddin kemarin.

Hujan lebat yang mengguyur Aceh Selatan sejak beberapa hari terakhir memicu banjir luapan dan meluasnya abrasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Gampong Pawoh dan Gampong Apha, Kecamatan Labuhan Haji. Puluhan rumah penduduk di dua gampong tersebut, termasuk Pondok Pesantren Darul Ihsan, makin terancam abrasi.

“Jarak sungai dengan Ponpes Darul Ihsan Gampong Pawoh dan rumah penduduk saat ini hanya berkisar 2 meter lagi. Jika tak segera ditangani dengan cara membangunan tebing pengaman dari batu gajah, maka saat banjir lagi ponpes dan rumah penduduk akan amblas ke sungai,” kata anggota DPRK Aceh Selatan, Lisa Elfirasman ST.

Dari Gampong Kauman Pisang, Kecamatan Labuhan Haji diperoleh informasi bahwa tanggul irigasi di desa itu, termasuk jalan penghubung, rusak parah akibat banjir. “Sungai di desa ini sudah terlalu dangkal dan perlu normalisasi,” kata Ade Sartika, warga setempat. (lid/de/tz/nun/c50/c45) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id