Bocah di Kebun Sawit Dibuang Ayah Kandung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bocah di Kebun Sawit Dibuang Ayah Kandung

Foto Bocah di Kebun Sawit Dibuang Ayah Kandung

KUALASIMPANG – Aparat Polsek Seruway, Polres Aceh Tamiang, berhasil mengungkap orang yang membuang bocah (sebelumnya ditulis balita) di kebun karet warga di Desa Sukaramai, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Rabu (12/5). Indentitas bocah itu diketahui bernama Dini Cahayu, berusia 5 tahun (sebelumnya diperkirakan usinya 2-3 tahun).

Ternyata bocah tersebut dibuang oleh ayah kandungnya, Dedi Supriadi alias Ateng (32), warga Dusun Ar Rahim, Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang. Pelaku mengaku membuang darah dagingnya itu karena tidak sanggup mengurusnya lagi.

Dedi ditangkap dalam pelariannya oleh anggota Polsek Seruway yang dipimpin langsung Kapolsek Iptu Ferdian Chandra, di rumah makciknya di Desa Peukan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (14/5) pukul 02.00 WIB.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Yoga Prasetyo SIK melalui Kapolsek Seruway, Iptu Ferdian Chandra kepada Serambi Sabtu (14/5) mengatakan, setelah menerima laporan penemuan bayi di tengah kebun karet, pihaknya langsung bergerak. Salah satunya adalah dengan mengumpulkan dan menyebarkan informasi ke seluruh Polsek di Aceh Tamiang dan para kepala desa (datok penghulu) di Seruway dan desa tetangga yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara.

Hanya berselang satu hari, upaya itu membuahkan hasil. Informasi diterima dari warga, bocah yang ditemukan di kebun sawit itu diduga anak Dedi Supriadi, warga Kota Lintang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap beberapa warga setempat.

Setelah mengetahui identitas dan keberadaan pelaku, Kapolsek Seruway bersama beberapa personel melakukan pengejaran terhadap tersangka yang saat itu sudah lari dari Aceh Tamiang. Hasil penelusuran, ternyata tersangka bersembunyi di rumah makciknya, di Desa Peukan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Tengah malam itu juga, tersangka diciduk di rumah makciknya dan dibawa kembali ke Polsek Seruway untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Jika telat sampai, tersangka rencananya akan melarikan diri ke Medan pada pagi harinya,” ungkap Iptu Ferdian.

Dari keterangan pelaku kepada penyidik, anak tersebut bernama Dini Cahayu (5) dengan kondisi sering sakit-sakitan, menderita step (kejang-kejang), dan cacat mental sejak lahir, sehingga tidak dapat berjalan dan tidak dapat berbicara. Pelaku membuang anak kandungnya karena tidak sanggup mengasuh dan mengurusinya lagi, setelah berpisah (cerai) dengan istrinya. Pelaku sehari-hari berprofesi sebagai tukang bangunan dan pemain kuda kepang.

Pelaku membuang korban bersama temannya berinisial D (17), dengan mengendarai sepeda motor milik D yang kini sudah melarikan diri. Ketika itu, korban ditinggalkan begitu saja di areal perkebunan karet warga di Dusun Damai Mulia, Desa Sukaramai I Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat ini pelaku diamankan di Polsek Seruway guna pengusutan lebih lanjut. Pelaku diduga melanggar pasal 77 huruf b UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan anacaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp 100.000 juta.(md) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id