Massa Bakar Barak Perusahaan Sawit | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Massa Bakar Barak Perusahaan Sawit

Foto Massa Bakar Barak Perusahaan Sawit

* Dipicu Sengketa Tapal Batas

CALANG – Sekelompok orang Sabtu (14/5), sekira pukul 09.30 WIB membakar barak perusahaan perkebunan kelapa sawit di kawasan Kayee Lhon, Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Informasi yang beredar disebut-sebut barak yang dibakar massa itu milik Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah (Haji Tito).

Namun dalam keterangan pers kepada wartawan kemarin Haji Tiro membantahnya. Ia menyatakan sama sekali tidak terlibat dalam kepemilikan kebun sawit tersebut. Menurut informasi kemarahan warga yang berujung pada pembakaran barak dipicu karena tidak adanya penyelesaian tapal batas antara kabupaten dengan lahan yang sedang ditanami kelapa sawit. Warga justru mengklaim lahan tersebut milik Desa Lueng Gayo.

Barak itu selama ini ditempati para pekerja di kawasan Kayee Lhon. Sebelum membakar barak, massa juga membakar ban bekas di jalan dan mengeluarkan paksa satu unit alat berat beko di lokasi. Tak hanya itu, massa juga mencabut puluhan bibit kelapa sawit yang sudah ditanam dan mencincangnya rata dengan tanah.

“Kami sudah datang ke rumah Haji Tito di Meulaboh, dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut. Namun tidak diresponnya hingga pembakaran barak terjadi. Kondisi tersebut membuat warga kami harus bertindak tegas untuk menghentikan penggarapan lahan itu,” jelas Keuchik Lueng Gayo Safiatuddin kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu (14/5).

Ia menambahkan tanah yang telah digarap untuk kebun sawit itu sudah ada sertifikat dan Surat Keterangan Tanah (SKT) milik warga di Lueng Gayo seluas 70 hektar. Karenanya warga tetap akan mempertahankan tanah tersebut yang sebelumnya pernah juga ditanami batang sengon. Menurut Safiatuddin warga tetap akan melarang siapapun pihak yang menggarap lahan tersebut sebelum ada penyelesaiaan terkait sengketa tapal batas. “Kami tidak bertanggung jawab jika lahan tersebut dikerjakan lagi sebelum ada titik temu,” kata beberapa warga dalam orasi di lokasi.

Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah menegaskan barak perusahaan perkebunan sawit yang dibakar massa pada Sabtu (14/5) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di kawasan Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, sama sekali bukan miliknya.

“Barak yang dibakar itu milik perusahaan, bukan milik saya,” kata Haji Tito dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Pendapa Bupati Aceh Barat kemarin. Ia mengaku sejak menjabat sebagai bupati tidak lagi memiliki dan mengurusi perusahaan. Bahkan perusahaan perkebunan sawit yang dituduh warga miliknya dinilai keliru. Justru Haji Tito menyebutkan perusahaan tersebut milik pengusaha bernama Boy. Haji Tito juga membantah dirinya telah merampas lahan perkebunan seluas 70 hektare yang diklaim milik warga di Lueng Gayo.

“Mana mungkin bupati merampas, itu tidak benar,” tegasnya. Ia menjelaskan tanah yang diklaim milik warga itu kini telah menjadi milik perusahaan perkebunan. Haji Tito juga menyebutkan lokasi tanah tersebut berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Jaya.

“Itu tanah masyarakat yang dijual ke perusahaan dan kini telah sah menjadi milik perusahaan,” tambahnya. Menurut Haji Tito beberapa waktu lalu ia pernah didatangi warga yang mengaku sebagai pemilik tanah dari Aceh Jaya. Namun ia menanggapi bahwa tanah yang dipersoalkan warga dengan sebuah perusahaan perkebunan itu tidak memiliki urusan dengannya. “Perusahaan itu dikelola oleh Si Boy, bukan milik saya. Saya tegaskan bahwa saya tidak punya urusan dengan perusahaan (perkebunan),” tegas Tito.(edi) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id