Irigasi Alas Melancar Mubazir | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Irigasi Alas Melancar Mubazir

Foto Irigasi Alas Melancar Mubazir

* Air tak Mengalir ke Sawah

KUTACANE – Proyek pembangunan jaringan irigasi di Desa Alas Melancar, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara (Agara) dinilai mubazir. Proyek bernilai Rp 2,7 miliar bersumber dari APBN-P 2015 yang rampung dikerjakan pada Oktober belum mampu mengairi area persawahan, selain pekerjaan kurang berkualitas.

“Ini proyek irigasi yang tidak bermanfaat, karena tidak mampu mengalirkan air ke area persawahan,” kata Rasidin, warga Pulo Peding dan Iskandar, warga Desa Raja, kepada rombongan Komisi C DPRK Agara, Sabtu (14/5). Kunjungan kerja (kunker) anggota dewan itu terkait laporan SKPJ Bupati/Wabup Agara 2015.

Menurut Rasidin, jaringan irigasi yang dibangun oleh salah satu rekanan itu tidak memiliki perencanaan yang matang, karena lebih rendah dibandingkan area persawahan. Sehingga, sebutnya, air tidak bisa mengalir ke area sawah dan terkesan menjadi proyek yang mubazir dan sia-sia.

Dia juga mempersoalkan pekerjaan proyek yang terkesan dikerjakan asal-asalan dan saluran irigasi tidak seluruhnya baru, tetapi disambungkan dengan saluran lama. “Kami minta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh segera turunkan tim untuk memeriksa proses pembangunan saluran irigasi itu, ,” ujar Rasidin dengan nada tinggi.

Usai meninjau irigasi di Desa Alas Melancar, anggota dewan meninjau pembangunan bronjong sepanjang 3.585 m senilai Rp 2,6 miliar dari APBN-P di Desa Kandang Blang, Kecamatan Deleng Pokhisen. Disebutkan, batu bronjong kecil dan sepanjang enam meter telah ambruk, selain intek irigasi Kandang Blang sudah retak-retak.

Dalam kunjungan kerja dipimpin Ketua Komisi C DPRK Aceh Tenggara, Ir Pelix Subriyanto bersama wakil Karimun Munthe, sekretaris Raidin dan para anggota Gabe Martua Tambunan, Timbul Hasudungan, M Sopian Desky, Hasanusi. Dari pihak pemerintah, Sekretaris Dinas Pengairan Agara, Indra Gunawan dan para staf.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Agara, Ir Pelix Subriyanto mengatakan, sangat menyesalkan pembangunan irigasi Alas Melancar yang tidak mampu mengairi area persawahan. “Proyek ini tidak memiliki perencanaan yang matang,” sebutnya. Dia menilai, jika digunakan untuk infrastruktur lain, maka akan dapat bermanfaat, seperti memperbaiki yang rusak di kawasan pedalaman atau lainnya.(as) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id