Saat Mataf Kakbah Dibongkar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Saat Mataf Kakbah Dibongkar

Foto Saat Mataf Kakbah Dibongkar

ERWIN BIN AWALAD, alumnus Politeknik dan Unimal Lhokseumawe, pekerja di perusahaan LNG Qatar, melaporkan dari Mekkah

JEMBATAN sementara (mataf) yang dibangun mengelilingi Kakbah dibongkar sejak akhir April lalu untuk direnovasi. Diperkirakan, awal Ramadhan 1437 Hijriah insya Allah akan selesai.

Apabila proyek renovasi mataf ini selesai, maka bisa menampung jamaah yang awalnya 48.000 per jam menjadi 105.000 jamaah per jam. Anggota Panitia Pembangunan Perluasan Masjidil Haram, Dr Bakri Assas (Direktur Umm Al-Qura University) mengatakan, pembongkoran dilakukakn dengan sangat hati-hati untuk menghindari jamaah yang sedang tawaf dan shalat.

Ia juga mengatakan, proyek pembangunan Masjidil Haram dan mataf ini melibatkan 14.000 insinyur Arab Saudi dan pekerja dari negara lain. Dalam proyek tersebut termasuk pemasangan AC sentral, ventilasi udara, lampu, sound system, jam, dan kamera pengawas (CCTV).

Mataf tersebut awalnya dibangun karena adanya proyek pembangunan dan perluasan Masjidil Haram “The Custodian of Two Holy Mosque Expansion King Abdullah bin Abdulaziz”. Sekarang, dilanjutkan oleh Raja Salman bin Abdulaziz. Area tawaf yang baru sekarang lebih luas dan dibangun dua lantai. Lantai dasar, lantai pertama, dan lantai atas tersambung dengan eskalator, sehingga memudahkan jamaah dan aman saat melakukan tawaf.

Pemerintah Arab Saudi terus berbenah sebaik mungkin melakukan renovasi terhadap Masjidil Haram, Mekkah maupun Masjid Nabawi di Madinah Almunawwarah, sehingga menghadirkan kenyamanan bagi seluruh jamaah haji maupun umrah yang datang dari mancanegara.

Untuk proyek perluasan Masjidil Haram dan mataf ini, Pemerintah Arab Saudi telah menggelontorkan dana sekitar 80 miliar Saudi riyal atau setara 270 triliun rupiah dan merupakan porsi pengeluaran yang cukup besar dalam sejarah renovasi Masjidil Haram. Dengan dana yang cukup besar itu diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada kaum muslimin yang datang ke dua kota suci tersebut, Mekkah dan Madinah.  

Perkembangan Kota Mekkah (pembangunan Kakbah) memiliki sejarah yang sangat panjang. Setidaknya, ada 12 kali pembangunan/renovasi Kakbah sepanjang sejarah. Riwayat tersebut ada yang sahih, ada pula yang diragukan. Di antara nama yang patut dipercaya seperti dibangun oleh para malaikat, Nabi Adam, dilanjutkan Nabi Syits bin Adam, dilanjutkan oleh Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Suku Amaliqah, suku Jurhum, dan dilanjutkan oleh Qushai bin Kilab, Quraisy.

Kemudian, dilanjutkan lagi oleh Abdullah bin Zubair (tahun 65 H), Hajaj bin Yusuf (tahun 74 H), Sultan Murad al-Usmani (1040 H), dan Raja Fahd bin Abdul Aziz (tahun 1417 H).

Saat Abdullah bin Zubair menjabat Gubernur Mekkah, perubahan besar dia lakukan dengan meninggikan Kakbah dari 5 menjadi 14 meter. Diberinya atap dan pojok utara dibuat tangga untuk naik ke atas loteng serta dihiasi emas.

Sesudah Abdullah bin Zubair wafat dan atas izin Khalifah Abdul Malik bin Marwan pintu barat yang telah dibuat oleh Zubir ditutup dengan alasan mengembalikan sebagaimana yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Renovasi Kakbah oleh Quraisy, dilakukan oleh kaum Quraisy pada tahun 18 Sebelum Masehi, memiliki keistimewaan tersendiri. Yakni, orang Quraisy sepakat untuk membangun Kakbah harus melibatkan orang-orang yang bersih dan menolak bantuan dari orang yang berbuat jahat, memakan riba dan berbuat zalim terhadap sesama. Keistimewaan lain yang paling berharga adalah keikutsertaan Nabi Muhammad saw di dalamnya. Yaitu, dengan memindahkan Hajar Aswad menggunakan surbannya–setiap ujungnya dipegangi oleh empat puak yang berbeda pendapat dalam suku Quraisy–lalu meletakkannya pada tempat semula. Semua orang Quraisy pun puas.

Di abad modern, Masjidil Haram direnovasi oleh kepemimpinan Sultan Murad Al-Usmani. Arsitektur inilah yang kemudian terus dipertahankan oleh Kerajaan Arab Saudi hingga kini. Setelah Arab Saudi terbentuk di tahun 1932 M, maka pada saat itulah Raja Arab Saudi yang pertama,  Abdul Aziz, menyandang gelar sebagai Penjaga Dua Masjid Suci: Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada masa pemerintahannya, Masjid Haram diperluas dan dapat menampung jamaah hingga 48.000 orang dan Masjid Nabawi dapat menampung 17.000 jamaah. Pada masa Raja Fahd, Masjidil Haram direnovasi lagi sehinga dapat menampung 1 juta jamaah. Renovasi ketiga selesai 2005 dengan tambahan beberapa menara, pemasangan 500 tiang marmar, 18 gerbang tambahan ditambah juga perangkat modern, pendingin udara, eskalator, dan sistem drainase.

Pada masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz dan dilanjutkan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz renovasi keempat dilakukan besar-besaran. Untuk meperluas dan memperindah Masjidil Haram, dilakukan sampai tahun 2020 dengan target dapat menampung hingga 2 juta jamaah. Apabila nanti sudah siap, maka jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk berhaji dan umrah akan merasakan kenyamanan dan ketenangan batin luar biasa yang diberikan Pemerintah Arab Saudi. Wallahu a’lam. :

Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id