Pemerintah Aceh diminta seriusGarap proyek geothermal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemerintah Aceh diminta seriusGarap proyek geothermal

Foto Pemerintah Aceh diminta seriusGarap proyek geothermal

BANDA ACEH – Masyarakat di Kecamatan Lembah Seulawah, Seulimum, Kota Cot Gle dan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar, meminta kepada Pemerintah Aceh untuk lebih serius lagi dan segeramerealisasikan pelaksanaan proyek geothermal  Selawah Agamnya,  sebagai pembangkit listrik yang bersumber dari tenaga panas bumi.

“ Proyek itu sudah direncanakan sejak tahun 2009 lalu dan pemerintah Jerman, melalui banknya KfW, sudah memberikan dana hibah untuk kegiatan eksplorasi atau penelitian potensi sumber panas buminya senilai 7,2 juta  Euro atau setara dengan Rp 135 miliar kepada Pemerintah Aceh, tapi sampai kini belum juga ada aksinya dilapangan,” kata Koordinator Aceh Geothermal Forum (AGF), Ikhwan Adi dalam press realisnya yang disampaikan kepada Serambi, Jumat (13/5).

Sebagai orang yang sering memberikan penyuluhan pengetahun tentang panas bumi (geothermal) kepada masyarakat di kawasan wilayah pertambangan proyek geothermal diempat kecamatan tersebut, kata Ikhwan, dirinya sering kali ditanya kapan proyek geothermal itu dilaksanakan.

Hasyim Usman, Imuem Mukim Gunong Biram menyakan, Pemerintah Aceh sudah beberapa kali menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan energi panas bumi Seulawah, sebagai solusi atas krisis listrik yang terus melanda Aceh sampai saat ini.

Pada tahun 2009 lalu, kata Hasyim Usman, ungkapan yang serupa pernah disampikan pemerintah sebelumnya, setelah penandatangan kerjasama bersama dengan Pertamina, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi ini segera dilaksanakan.

Masa pemerintahan telah berganti  dengan pemerintah yang baru, bahkan masa pemerintahannya juga sudah hampir habis, pelaksanaan proyek geothermal Seulawah Agam, Aceh Besar itu, belum juga ada realisasinya di lapangan.

Hasyim Usman dan Ikhwan Adi mengatakan, proyek geothermal Seulawah Agam itu, jangan dibawa ke ranah politis. Kalau dibawa ke politis, sudah pasti proyeknya tidak akan pernah tuntas. Arahkan proyek itu untuk kepentingan kesejahtraan rakyat, itu baru bisa berjalan dan selesai.

Pihak DPRA, kata Ikhwan Adi, jangan lagi membuat alasan dan argumentasi yang macam-macam, untuk proyek geothermal itu, yang bisa membuat Pemerintah Jerman, bisa berubah pikiran dan mengalihkan ke daerah lain.

Niat baik Pemerintah Jerman itu, harusnya didukung dan direspon secepatnya, dan bukan dengan bahasa politis, tapi bahasa tehnis yang hasilnya bisa cepat dirasakan dan dinikmati rakyat yang sedang mengalami kirisis listrik. Lakukan segera penelitian sumber potensi panas bumi Seulawah Agam itu, untuk diketahui apakah potensi panas buminya  ekonomis atau tidak untuk dijadikan sebagai pembangkit listrik.

Jangan, setiap menjelang tahun politis, atau Pilkada, proyek-proyek lama yang belum berjalan, dimunculkan lagi kepermukaan dengan maksud untuk pencitraan diri, agar mendapat dukungan dari rakyat dalam pemilihan nanti. Setelah masa Pilkada berlalu, proyek tersebut tak lagi disebut-sebut kapan bisa dilaksanakan.

“ Ini lah yang kami maksud, proyek geothermal itu, jangan dipolitiskan, tapi direalisasikan dalam bentuk yang nyata untuk kesejahteraan rakyat,”ujar Ikhwan Hadi.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman SEmengatakan, pihaknya mendukung Pemerintah Aceh, melanjutkan kembali proyek geothermal Seulawah Agam, yang telah tujuh tahun tak terdengar lagi beritanya, tiba-tiba muncul kepermukaan dengan acara penandatangan perjanjian kesepakatan pembagian saham kerjasama anatara PDPA mewakili Pemerintah Aceh dengan PT Pertamina Geothermal Energy, anak perusahaan PT Pertamina, pada hari Selasa kemarin di Pendopo.

Kita harapkan, penendatangan SHA itu,merupakan awal dari kelanjutan proyek geothermal tersebut, dan tidak lagi terhenti, seperti penandatangan kerjasama sebelumnya yang pernah dilakukan.

Masyarakat di Kecamatan Lembah Seulawah, Selimum dan sekitarnya terus bertanya-tanya kepada kami, kapan proyek geothermal itu dilaksanakan. Pihak Pemerintah Aceh kalau ditanya, jawabnya tidak lama lagi. Tapi sampai kini belum juga ada aksi lapangannya,”tutur Ketua DPRK Aceh Besar itu. (her) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id