Hakim Kembali Hadirkan Enam Saksi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hakim Kembali Hadirkan Enam Saksi

Foto Hakim Kembali Hadirkan Enam Saksi

*Sidang Pembakaran Barak PT Fajar Baizury

MEULABOH – Majelis hakim Pengadilan Negeri Meulaboh kembali menghadirkan enam saksi dalam perkara dugaan tindak pidana pembakaran dan pengrusakan barak milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar Baizury. Sidang lanjutan dengan terdakwa Asubki, Khaidir, Musilan serta Julinaidi ini digelar Kamis (12/5) siang di Pengadilan Negeri Meulaboh.

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Fauzi Isra SH MH dengan anggota M Al Qudri SH serta T Latiful SH menghadirkan kembali enam orang saksi ke persidangan. Yakni Muhibmin Bin Abu Yunus selaku saksi yang berada di lokasi. Kemudian Herdi Hr bin alm Harun (keamanan lapangan dari pihak perusahaan) Said Salami Bin Said Dahlan selaku mantan keuchik Cot Mee, Tadu Raya, Maisir bin alm M Tahib (Ketua Pemuda Cot Mee) serta saksi dari kepolisian yaitu Zahri Bin M Jamil (Kasubsektor Tadu Raya) dan Lia Safraidi bin Rusli Paya (anggota Polsek Kuala).

Dalam keterangannya saksi Muhibmin mengungkapkan bahwa ada pihak yang memberitahukan kebakaran barak kepada saksi M Yunus. Namun saksi M Yunus sebelumnya mengetahui barak terbakar dari saksi Usman (alm) dan bukan dari Muhibmin. Saat api membesar membakar 10 unit barak, Muhibmin mengatakan berada lima meter dari lokasi kejadian.

Pengakuan ini sempat membuat seluruh peserta yang hadir bingung, mengingat saat itu kobaran api begitu besar. Saksi Muhibmin juga mengaku melihat  tiga orang yang tidak ia ketahui siapa. Ia juga tidak mengetahui bagaimana cara pelaku membakar barak tersebut. Sedangkan mengenai sepeda motor yang dikendarai terdakwa, sejauh yang diketahui Muhibmin saat kejadian terdakwa bernama Khaidir mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Smash.

Sedangkan terdakwa Musilan meggunakan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter yang berboncengan dengan terdakwa Julinaidi. Namun keterangan itu justru dibantah oleh saksi Said Zalami dan Maisir. Keduanya mengaku sehari-hari terdakwa Khaidir menggunakan sepeda motor Suzuki Shogun SP, sedangkan terdakwa Musilan mengunakan Yamaha Mio.

Namun saksi Muhibmin dan pihak lainnya tidak mampu menghadirkan barang bukti sepeda motor yang disebutnya. Sementara itu, saksi lainnya sama sekali tidak melihat langsung saat kebakaran barak terjadi. Seperti diketahui kasus pembakaran barak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar Baizury terjadi pada Juli 2015 dengan terdakwa Asubki, Chaidir, Musilan serta Julinaidi.(edi) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id