Ketua DPRA: Belum Ada Aksi Nyata Atasi Krisis Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua DPRA: Belum Ada Aksi Nyata Atasi Krisis Listrik

Foto Ketua DPRA: Belum Ada Aksi Nyata Atasi Krisis Listrik

* Kadistamben: Jangka Pendek Sudah Dilakukan

BANDA ACEH – Ketua DPRA Tgk Muharuddin menyatakan pihaknya belum melihat aksi nyata dari Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah dalam mengatasi krisis listrik di Aceh. Muharuddin berharap Pemerintah Aceh segera bergerak mencari solusi agar persoalan ini tidak sampai berlanjut hingga bulan Ramadhan.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan sampai bulan Ramadhan nanti maka penderitaan masyarakat Aceh semakin pedih,” kata Muharuddin kepada Serambi Kamis (12/5) di ruang kerjanya.

Data dihimpun, kata Muharuddin, krisis listrik di Aceh disebabkan karena satu dari dua mesin pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Nagan Raya, dalam pemeliharaan. Faktor kedua, akibat terhentinya mesin pembangkit listrik tenaga gas yang ada di Kompleks PT Arun, Lhokseumawe.

Kapasitas turbin gas pembangkit listrik Arun itu mencapai 185 MW. Kalau ketiga unit turbin gas itu stop operasi, ada sekitar 150 MW, daya dan arus listrik yang berkurang di wilayah pantai timur-utara Aceh.

Dalam situasi seperti ini, kata Muharuddin, harusnya Gubernur Aceh berkunjung ke dua lokasi pembangkit listrik itu untuk mendapatkan informasi jelas dan akurat. Setelah itu, Gubernur perlu berkunjung ke bagian pembagian arus tegangan tinggi di Medan, Sumut serta menemui Dirut PLN di Jakarta.

Muharuddin meyakini, kedatangan Gubernur Aceh ke Medan dan Jakarta, akan membuat pihak PLN menanggapi persoalan ini secara serius. Ia juga menilai, aksi demomahasiswa ke kantor PLN Aceh kemarin, erat kaitan karena kurangnya kepedulian pemerintahnya dalam mengurus masalah kekurangan daya listrik.

DPRA, kata Muharuddin, siap membantu menemani pihak eksekutif, untuk melakukan aksi nyata ke tiga lokasi tersebut. Agar perhatian penambahan daya dan arus listrik di Aceh yang terjadi saat ini, bisa diatasi oleh PLN bagian pembangkit dan pembagi arus listrik tegangan tinggi yang ada di Medan.

Informasinya, lanjut Muhar, ketika semua generator pembangkit listrik di Aceh normal, maka daya listrik yang surplus alihkan untuk membantu kekurangan daya dan arus listrik di Sumut dan Riau. “Maka ketika Aceh mengalami devisit daya listrik, pembangkit listrik di Sumut dan Riau hendaknya juga membantu kekurangan daya listrik di Aceh,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir T Syakur mengatakan, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah sudah melakukan aksi nyata untuk mengatasi persoalan ini. Salah satunya adalah dengan melaporkannya kepada Wakil Presiden Jussuf Kalla, bulan lalu. “Gubernur meminta agar pelayanan arus listrik di Aceh, bisa dikelola secara khusus di Aceh,” ujar Syakur menjawab Serambi Kamis (12/5).

Menurut dia, pemadaman bergilir listrik yang terjadi saat ini, disebabkan satu dari dua unit generator PLTU di Nagan Raya, sedang dalam pemeliharaan. Sehingga daya listrik yang dihasilkan berkurang sekitar 80 MW, dari kapasitas terpasangnya 2 x 100 MW = 200 MW.

Setelah itu, tiga unit turbin gas pembangkit listrik yang ada di PT Arun, yang selama ini bisa menghasilkan tambahan daya listrik bagi Aceh sebesar 150 MW, dari kapasitas terpasangnya 165 MW, tidak operasi, karena pasokan gas ke mesin pembangkit turbin gasnya mengalami gangguan.

Untuk mengatasi masalah itu, lanjut Syakur, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah juga sudah meminta pihak PT Pertagas, selaku operator pendistribusian gas ke pembangkit turbin listrik di PT Arun, secepatnya memperbaiki tabung gas yang bocor.

Tiga unit turbin pembangkit arus listrik itu tidak beroperasi sejak pekan kemarin, karena tabung gas milik pertagas bocor, sehingga pendistribusian gas untuk penggerak mesin turbin gas penghasil listriknya tidak lancar. Akibatnya mesin turbin gas terhenti.

Menurut Syakur, PLN bagian pembangkit dan pembagi arus listrik tegangan tinggi di Medan, sudah membantu 110 MW ke Aceh, tapi masih kekurangan 140 MW lagi. “Kita harapkan, dengan beroperasinya kembali tiga unit turbin gas pembangkit listrik di PT Arun itu, masalah krisis daya dan arus listrik di Aceh bisa diatasi sebelum masuk bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, atas perintah gubernur, terus melakukan pemantauan dan mengirim timnya ke Ragan Raya, dan Aceh Utara. “Sementara Kanwil PLN Aceh mengawalnya di Medan, untuk minta tolong kepada PLN bagian pembangkit dan pembagi arus listrik tegangan tinggi di Medan. Jika ada suplai arus listrik yang lebih, tolong dibantu ke Aceh,” ujar Syakur.(her) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id