Pengecer Nonpangkalan Dilarang Jual Gas 3 Kg | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengecer Nonpangkalan Dilarang Jual Gas 3 Kg

  • Reporter:
  • Jumat, Mei 13, 2016
Foto Pengecer Nonpangkalan Dilarang Jual Gas 3 Kg

BANDA ACEH – Pedagang pengecer elpiji nonpangkalan dilarang menjual gas tiga kilogram (kg) subsidi pemerintah itu, bahkan jika melanggar, seperti yang banyak terjadi selama ini, termasuk di Aceh yang menjual mencapai Rp 30 ribu per tabung, padahal harga eceran tertinggi (HET) gas subsidi ini Rp 16 ribu, maka pelaku perbuatan ini bisa dipidana.

Muhammad Rizwi, nara sumber dari Kementerian ESDM menyampaikan hal ini dalam Rakor Pengendalian Distribusi elpiji 3 kg bersubsidi se-Aceh di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (12/5). Rakor ini diikuti 120 peserta, yaitu para Asisten II Pemkab/Pemko di Aceh, pihak Disperindag dan Distamben se-Aceh, pihak Pertamina serta Hiswanamigas. Tujuan rakor ini untuk menyamakan persepsi antarsemua peserta dalam pengawasan gas tersebut.

Menurut Rizwi, sesuai aturan bahwa selain agen penyalur dan pangkalan dilarang menjual elpiji itu. Dia menyebutkan ada empat aturan yang mendasari pendistribusian elpiji 3 kg itu kepada masyarakat miskin, yaitu UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Perpres Nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Perpres Nomor 104 tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Elpiji tabung 3 kg dan Permen ESDM No 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji.

“Kita harapkan dengan rakor ini, kasus-kasus masih maraknya penjualan gas 3 kg di kios-kios pengecer nonpangkalan bisa berkurang. Tentunya dengan adanya peningkatan pengawasan dan razia secara intensif oleh Tim Terpadu masing-masing tim pengawas elpiji 3 kg di masing-masing kabupaten/kota,” kata Muhammad Rizwi.

Asisiten II Setda Aceh, Azhari Hasan, mengatakan seusai rakor ini, ketika menjawab Serambi mengakui bahwa fakta selama ini stok elpiji 3 kg di pangkalan sering kali habis. Sedangkan di kios-kios pengecer nonpangkalannya tersedia dan dijual dengan harga Rp 25.000-Rp 30.000/tabung atau jauh di atas HET, sehingga ia menilai hal ini bisa terjadi karena intansi teknis Pemkab/Pemko belum intensif mengawasi distribusi elpiji subsidi itu dan pihak pangkalan resmi masih bisa memasok elpiji tersebut ke pedagang pengecer dengan harga di atas HET.

“Untuk mengatasi masalah- masalah seperti itu, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan yang permintaan elpiji tabung isi 3 kg meningkat, maka Pemerintah Aceh melakukan rakor ini untuk mendapatkan masukan dari Pemkab/Pemko terhadap upaya dan solusi apa yang perlu dilakukan,” jelasnya didampingi Karo Ekonomi, Muhammad Raudi serta Kadis Pertambangan dan Energi Aceh, T Syakur

Azhari menyebutkan pusat telah menaikkannya kuota gas 3 kg untuk Aceh tahun 18 persen, tapi di lapangan tetap saja tidak cukup. Karena itu, menurutnya jika diperlukan akan melakukan razia intensif melibatkan aparat keamaman setempat. (her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id