Abdya Sediakan Santunan Kematian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abdya Sediakan Santunan Kematian

Foto Abdya Sediakan Santunan Kematian

* Tunjangan Gizi Bayi

* Serap Anggaran Rp 2,5 M

BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyediakan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar bersumber APBK 2016 untuk santunan kematian 424 warga dan tunjangan gizi 1.000 bayi. Bantuan bersumber dari APBK 2016 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jufri Hasanuddin di Pendapa Bupati setempat, Kamis (12/5).

Penyerahan santunan kematian dan tunjangan gizi bayi tersebut dihadiri Dandim 0110 Abdya, Letkol Inf Puji Hartono bersama pejabat mewakili Anggota Forkopimda setempat, termasuk Asisten Pemerintahan dan beberapa Pimpinan SKPK.

Ketua Panitia Pelaksana, Farismi melaporkan anggaran santunan kematian Rp 1,5 miliar diserahkan kepada 424 warga meninggal dunia, sesuai permohonan yang masuk dari Oktober 2014 sampai April 2015. Santunan kematian yang diterima ahli waris itu dalam jumlah bervariasi atau sesuai status anggota keluarga yang meninggal. Bila yang meninggal dunia merupakan kepala keluarga, maka santunan kematian Rp 5 juta, dan istri yang meninggal Rp 4 juta. “Bila lanjut usia (lansia) yang meninggal diserahkan santunan Rp 3 juta dan anak anak meninggal diserahkan santunan Rp 2.5 juta,” ujarnya.

Sedangkan tunjangan gizi bayi, kata Farismi, tersedia anggaran Rp 1 miliar untuk 1.000 bayi. Masing masing bayi mendapat tunjangan gizi Rp 1 juta. Sumber anggaran santunan kematian dan tunjangan gizi bayi dari Dokumen Pelaksana Angaran Santuan Kerja Perangkat Daerah (DPA SKPK) pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Kabupaten (DPKKK) Abdya. “Setelah penyerahan simbolis oleh Bupati, santunan kematian dan tunjangan gizi bayi dapat diambil di kecamatan kecamatan,” ujar Farismi yang juga Kabag Kesra dan Ekonomi Abdya.(lihatjadwal pengambilan).

Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin mengatakan, program santunan kematian dan tunjangan gizi bayi sudah ada sejak pemerintah sebelumnya. Hanya saja, pola penyalurannya berbeda. Kalau dulu bila warga mendapat musibah meninggal dunia, maka langsung diproses untuk mendapatkan santuan kematian. “Tapi sekarang ini warga yang meninggal dunia didata atau dicatat dulu, kemudian diusulkan anggaran santunan kematian pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Bupati Abdya mengakui bahwa pola berbeda tersebut ada yang tidak puas. Tetapi pola tersebut dilaksanakan sesuai ketentuan pengelolaan anggaran sehingga tidak terjadi penyalahgunaan uang negara. Penyerahan santunan kematian dan tunjangan gizi bayi dalam jumlah sedikit itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Farismi lebih lanjut melaporkan bahwa masih ada permohonan santunan kematian yang sudah masuk, dan telah dilakukan proses administrasi sebanyak 473 warga meninggal sejak Mei sampai Desember 2015. Namun belum dibayarkan santunan kematian. Santuan kematian kepada 473 warga yang meninggal dunia tersebut dibutuhkan anggaran Rp 1,678.000 yang belum dapat dibayarkan karena ketiadaan anggaran. “Selain itu, juga kekurangan anggaran untuk tunjangan gizi 40 bayi yang membutuhkan dana Rp 40 juta,” ujarnya.(nun) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id