Malaria Serang Dua Desa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Malaria Serang Dua Desa

Foto Malaria Serang Dua Desa

* Pelayanan Kesehatan Minim di Leuser

KUTACANE – Warga dua desa di Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara (Agara) mulai terserang penyakit malaria disertai flu, demam dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Kedua desa itu, Ukhat Beseluk dan Kompas yang terletak di wilayah terpencil belum memiliki unit kesehatan, sehingga warga memilih berobat ke perbatasan Sumatera Utara.

Lau Baleng, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara merupakan kawasan terdekat dengan dua desa tersebut yang berjarak sekitar 20 km. Kepala Desa (Kades) Ukhat Beseluk, Parlin Berutu, kepada Serambi, di Kutacane, Rabu (11/5) mengatakan sebagian besar warganya terserang berbagai penyakit, terutama malaria, disusul flu, demam dan ISPA.

“Sebagian besar warga terserang malaria, tetapi pelayanan kesehatan tidak ada, sehingga kami harus berobat ke perbatasan Sumatera Utara,” jelasnya. Dia mengungkapkan kawasan Lau Baleng lebih mudah dijangkau dibandingkan ke Puskesmas Leuser, karena jalan rusak parah, selain terjal dan berliku-liku. Disebutkan, warga yang hendak berobat harus menyediakan uang sewa sepeda motor sebesar Rp 150 ribu per hari dan biaya berobat di klinik yang hanya Rp 50 ribu.Parlin menyatakan hal itu terpaksa dilakukan, karena pelayanan kesehatan di desa mereka yang merupakan daerah terisolir belum ada, sehingga terpaksa berobat ke Lau Baleng.

Dikatakan, waktu tempuh ke perbatasan Sumut itu sekitar 1,5 jam, karena jalan juga rusak parah dan licin, apalagi musim hujan. Desa Ukhat Beseluk berjumlah 212 jiwa atau 45 kepala keluarga (KK), sebagian besar berprofesi sebagai petani. Dia berharap, Dinas Kesehatan Agara dapat memberikan pengobatan gratis secara rutin, bahkan jika bisa, menempatkan dokter di seluruh daerah pedalaman dan terisolir di Leuser.

“Kami berharap, Pemkab Agara segera membangun unit pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Leuser,” harap Parlin. Hal senada juga diutarakan Kepala Desa Kompas, Manupak M Yusuf yang memiliki jumlah penduduk 300 jiwa atau atau 46 KK.

Sementara, Pembina LSM Satyapila yang juga pemerhati kesehatan di Agara, Nasrulzaman MKes mengatakan kondisi itu terjadi akibat pelayanan kesehatan masih buruk di daerah terpencil. Menurut dia, seharusnya Pemkab Agara memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan warga terpencil, seperti menempatkan tenaga kontrak bidang kesehatan.

Nasrulzaman mengungkapkan pada 2015 lalu, Pemkab Agara telah mengangkat sejumlah dokter PTT terpencil menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dia merasa heran, dimana dokter yang telah diangkat tersebut bertugas dan bila perlu, tim Inspektorat Aceh turun ke Agara untuk memeriksa keaktifan dokter yang telah diangkat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, dr Ramulia SpOg yang dimintai tanggapannya atas kondisi warga pedalaman Leuser mengatakan akan menurunkan tim untuk memeriksa sampel darah masyarakat Desa Kompas dan Ukhat Beseluk, Kecamatan Leuser. Dia menyatakan jika positif, maka pengobatan langsung dilakukan di desa tersebut.

Mengenai permintaan masyarakat agar ditempatkan dokter, Ramulia menjelaskan akan diupayakan pada 2017, termasuk unit kesehatan, baik mellaui APBK Agara maupun APBA. Dia mengakui, dua desa itu jauh dari pusat kecamatan dan terpencil dengan kondisi jalan rusak parah, sehingga perlu perhatian dari Pemprov Aceh.(as) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id