29 Kasus Korupsi di Aceh Macet | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

29 Kasus Korupsi di Aceh Macet

Foto 29 Kasus Korupsi di Aceh Macet

* Terjadi Sejak Tahun 2010 Sampai 2015

BANDA ACEH – Sebanyak 29 kasus korupsi yang ditanggani kejaksaan dan kepolisian di Aceh ditemukan tidak berjalan alias macet. Padahal, penyidik dari dua lembaga penegak hukum tersebut sudah menetapkan beberapa tersangka dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi sejak 2007-2015.

Data itu disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, di Kantor MaTA, Banda Aceh, Rabu (11/5). “Dari 29 kasus ini sudah ada penetapan tersangka, tapi terhenti. Padahal prosesnya sudah dalam penyidikan,” katanya.

Terhadap 29 kasus tersebut, MaTA telah menyampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, Koordinator Supervisi (Korsup) Bidang KPK, Bareskrim, Kejagung, BPKP, dan BPK di Jakarta.

Hal itu disampaikannya dalam seminar yang diprakarsai oleh Masyarakat Sipil Pemantau Penindakan Kasus Korupsi pada 3 Mei lalu.

“Di Aceh ada 29 kasus korupsi yang macet. Tujuan menyampaikan itu agar kasus macet ini agar dapat ditindaklanjuti secara efektif. Apakah dikorsup (koordinasi dan supervisi) oleh KPK atau memang kejaksaan dan polisi sendiri yang melanjutkan,” katanya.

Dia berharap Mabes Polri dan Kejagung agar memiliki database kasus-kasus macet di daerah sehingga mudah untuk mengawalnya. Selain itu, pihaknya juga mendorong Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk mengkoordinirkan proses penyelesaian kasus korupsi di Aceh.

“Kita juga merekomendasikan Mabes Polri melalui Bareskrim, Kejagung (Jampidsus), dan KPK, untuk melakukan pertemuan di setiap provinsi. Mereka akan datang ke Aceh untuk bertemu dengan Kapolda dan Kejati Aceh guna membicarakan penyelesaian kasus macet di daerah,” pungkas Alfian.(mas) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id