Polisi Tangani Kasus Pelemparan Kaca Bus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tangani Kasus Pelemparan Kaca Bus

Foto Polisi Tangani Kasus Pelemparan Kaca Bus

* Keluarga Tuding Pihak Putra Pelangi Salah Pukul

BANDA ACEH – Polsek Kuta Cot Glie, menangani kasus pelemparan kaca bus Putra Pelangi BL 7533 AA yang dilaporkan terjadi Minggu 29 April 2016, sekitar pukul 22.30 WIB. Peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Hal itu berkaitan dengan pelaporan Lahuddin (40), warga Lam Leupung, Kecamatan Kuta Cot Glie yang mengaku dipukul oleh sejumlah orang yang ada dalam bus Putra Pelangi. Lahuddin dituduh telah melakukan pelemparan kaca bus tersebut. Tapi, berdasarkan versi keluarga tuduhan itu sama sekali tidak benar, seperti disampaikan. “Fakta sebenarnya abang saya tidak pernah melempar kaca bus Putra Pelangi seperti yang dituduhkan itu,” kata Zaman Huri, adik Lahuddin yang mengadukan hal tersebut ke Kantor Serambi, Selasa (10/5).

Menurut Zaman Huri atau akrap disapa Galingging, abangnya malam itu baru saja pulang memberi pakan ternak sapi di kandangnya. Waktu jalan pulang, secara tiba-tiba seseorang lari, tanpa diketahui jelas sebabnya oleh Lahuddin. Karena merasa terjadi sesuatu, Lahuddin pun spontan bersembunyi dan ingin tahu apa sebenarnya yang telah terjadi. Namun, beberapa orang yang turun dari dalam bus langsung menyeret abangnya.

“Tanpa basa-basi, mereka langsung memukul abang saya. Meski sudah dijelaskan bukan dia yang melempar kaca bus, tapi mereka tidak mau dengar dan abang saya terus dipukul dan dibawa ke Polsek Kuta Cot Glie. Anehnya pihak Polsek tanpa mempelajari persoalan itu lebih jelas langsung membiarkan bus Putra Pelangi itu pergi,” ujar Galingging.

Dikatakan Galingging, kasus pemukulan yang menimpa abangnya baru dilaporkan ke Polsek Kuta Cot Glie, Selasa (10/5). Karena pihak Putra Pelangi pada awalnya ingin menyelesaikan kasus itu secara damai. Namun, kenyataannya sampai detik ini kata Galingging tidak ada itikad baik sama sekali dari pihak Putra Pelangi, sehingga kasus pemukulan itu pun dilaporkan. “Bukan pemerasan. Tapi, sebagai perlakuan yang telah mereka lakukan, kami minta pihak Putra Pelangi bertanggung jawab dan memberi uang damai Rp 25 juta. Sepertinya memang mereka tidak ada itikat menyelesaikan kasus ini, sehingga perlu kami tegaskan jangan salahkan kami, kalau ada tindakan yang kami lakukan,” ujarnya.

Penanggung jawab Bus Putra Pelangi Wilayah Aceh Besar, Alamsyah yang dihubungi Serambi, Putra Pelangi beritikat menyelesaikan masalah tersebut dengan damai. Tapi, bila akhirnya kasus itu memang harus diselesaikan secara hukum, Alamsyah mengaku juga siap menghadirkan bukti-bukti dan saksi bahwa hanya Lahuddin saat itu berada sendirian di lokasi pelemparan. “Pemukulan jelas dilakukan oleh penumpang yang bagian kaca dia duduki dilempari. Tidak ada sopir atau kernek kami yang terlibat. Lalu, hal lainnya yang menimbulkan pertanyaan, kalau memang tidak salah kenapa harus lari dan sembunyi,” menurut Alamsyah.

Terkait ada ancaman bila hal tersebut tidak diselesaikan, dirinya mengaku sama sekali tidak gentar. “Intinya kami ingin selesaikan secara damai, bukan dengan cara meminta jumlah dalam sekian juta. Kalau memang diancam dengan cara-cara itu, kami juga siap. Karena, bagaimana pun posisi kami juga tidak salah dan kami siap menghadirkan penumpang yang terkena lemparan itu,” pungkas Alamsyah.

Kapolres Aceh Besar, melalui Kapolsek Kuta Cot Glie, Ipda Abdullah SSos, yang dihubungi Serambi, Rabu (11/5) mengaku telah menerima laporan dari Lahuddin dan sudah memintai keterangannya. Tapi pihaknya belum dapat menentukan siapa yang salah dan persoalan tersebut.

“Terlapor yang dipukul dan mengaku tidak melakukan pelemparan itu sudah kami mintai keterangannya. Tapi, dari pihak bus Putra Pelangi yang juga mengaku akan membuat laporan beberapa hari lalu hingga hari ini belum datang ke Polsek. Tapi, kami akan segera panggil sopir, kernek atau pihak Putra Pelangi, menindak lanjuti laporan Lahuddin. Setelah, ada keterangan dari pihak Putra Pelangi, baru dapat kami simpulkan,” demikian Ipda Abdullah.(mir) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id