Soal Wakil, Terserah Partai Pengusung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Soal Wakil, Terserah Partai Pengusung

Foto Soal Wakil, Terserah Partai Pengusung

BAKAL calon (balon) gubernur Aceh lainnya, Ir Tarmizi A Karim MSc, juga mengakui bahwa hingga tadi malam ia belum punya pasangan (cawagub), karena ia masih menunggu keputusan partai yang akan mengusungnya sebagai cagub Aceh.

Terkait wakil, Tarmizi menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung untuk menentukannya. “Saya bukan orang partai. Jadi, saya akan memberi ruang kepada partai untuk membahasnya untuk mencari calon wakil yang baik. Deklarasi partai kita juga belum lakukan. Jadi, masih ada waktu untuk kita berdiskusi dengan partai membicarakan calon wakil,” katanya menjawab Serambi per telepon, Senin (9/5) malam, dari Jakarta.

Mantan penjabat gubernur Aceh ini menyatakan siap maju sebagai cagub Aceh periode 2017-2022, kendati ia tak memiliki kendaraan politik. Dia pun mengikuti konvensi melalui survei yang dilakukan sejumlah parpol, seperti Partai NasDem, Demokrat, PAN, dan Hanura.

Dengan survei tersebut, Tarmizi berharap salah satu partai politik akan mengusungnya sebagai cagub Aceh. Sementara untuk calon wakil, dia menyatakan akan membuka ruang bagi elemen masyarakat dan tidak membatasi harus dari kalangan politisi, akademisi, atau birokrasi.

“Yang paling penting, wakil saya memahami keseimbangan daerah bagaimana harus adanya pemerataan pembangunan. Wakil juga harus mempunyai kapasitas dalam pengawasan pembangunan, karena posisi wakil melekat sekali dengan fungsi pengawasan pembangunan,” ujarnya.

Irjen Kemendagri RI ini menambahkan, keinginan dirinya terjun dalam bursa pencalonan gubernur Aceh hanya untuk meraih kursi Aceh 1. Tujuannya agar mudah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, perencanaan yang terfokus pada kesejahteraan rakyat, dan ingin melakukan perubahan mendasar bagi pembangunan Aceh, terutama dalam bidang tata kelola pemerintahan.

“Saya tak memposisikan diri untuk Aceh 2, karena memang saya ingin melakukan sesuatu perubahan yang mendasar untuk pembangunan Aceh, terutama dalam bidang tata kelola pemerintahan. Kalau kita bicara tentang tata kelola pemerintahan, kita bicara manajemen pemerintahan dan itu yang harus dilakukan top leader,” pungkasnya.

TM Nurlif
Balon gubernur Aceh dari Partai Golkar, Drs TM Nurlif menyatakan bahwa dirinya juga belum menentukan nama calon kandidat yang akan mendampinginya pada Pilkada 2017.

Menurutnya, saat ini Partai Golkar Aceh sedang fokus pada finalisasi hasil penjaringan balon bupati/wali kota dari 20 kabupaten/kota se-Aceh. Kendati demikian, Nurlif mengaku selama ini terus membangun komunikasi politik secara intens dengan semua parpol untuk menyamakan persepsi dalam membangun Aceh ke depan menjelang pilkada.

“Kita sekarang sedang fokus pada tahapan finalisasi hasil penjaringan balon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota. Untuk calon wakil gubernur, kita akan tentukan setelah Munaslub Golkar di Bali.

Tapi saat ini komunikasi politik dengan partai lain tetap berjalan,” katanya menjawab Serambi, Senin (9/5) malam.

Nurlif menjelaskan, saat ini pihaknya belum membicarakan nama pendamping. Menurut Nurlif, pasangannya bisa dari kalangan parnas ataupun nonpartai dan itu sangat sangat ditentukan dari hasil komunikasi politik.

“Kita berharap DPP Golkar dengan DPP partai lain juga melakukan komunikasi untuk finalisasi. Karena kita partai nasional, bukan calon independen,” imbuhnya sembari mengulang, “Yang jelas, saya komit untuk Aceh 1.”

Akhir Mei
Balon gubernur Aceh dari jalur independen, Dr Abdullah Puteh MSi menyatakan, bakal cawagub yang akan mendampingi dirinya akan dia umumkan akhir bulan Mei ini.

Sejauh ini, dia sudah mengantongi sembilan nama cawagub yang menurutnya layak untuk mendampinginya maju sebagai cagub. Dari sembilan nama itu ada yang dari kalangan ulama, tokoh barat selatan Aceh, mantan kombatan GAM, pengusaha, dan lainnya. “Siapa yang akan menjadi cawagub saya, tunggu saja akan saya umumkan akhir bulan ini.” kata Abdullah Puteh kepada wartawan di sela-sela silaturahmi saat menghadiri Haul Abu Ibrahim Woyla di Dayah Darul Aman Padang Makmue, Peulanteu, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Minggu (8/5).

Karena maju dari jalur independen, menurutnya, penggalangan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dukungan untuk dirinya sudah hampir rampung mendekati yang dipersyaratkan, yakni minimal 165.000 lembar. “Tapi kita persiapkan hingga 200.000 lembar dukungan,” kata Puteh sembari menyebut bahwa Pilkada Aceh kali ini sebagai kloter terakhir untuk Dana Otsus. Maka, Dana Otsus Aceh yang besar itu harus benar-benar dikelola oleh pemimpin yang tepat untuk lima tahun ke depan. (mas/riz/dik) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id