RSUD Sabang Krisis Dokter Ahli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

RSUD Sabang Krisis Dokter Ahli

Foto RSUD Sabang Krisis Dokter Ahli

SABANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabang, mengalami krisis dokter spesialis. Rumah sakit itu kini hanya memiliki lima dokter spesialis yang idealnya di rumah sakit tipe C tersebut paling tidak ada 13 dokter ahli.

Minimnya ketersediaan dokter spsialis di RSUD itu diungkapkan oleh Sekretaris Tim Pansus II DPRK Sabang, Albina Arrahman ST, kepada Serambi seusai melakukan Pansus LKPJ Wali Kota di RSUD, Senin (9/5). Dalam Pansus yang dipimpin Drs H AQ Jaelani SE MM, itu ikut didampingi lima anggota, yaitu, Syafii LB, Darmawan SE, M Thahir Abdullah SPd, Hamdani dan Hasriadi.

Dikatakan, menurut keterangan yang disampaikan Direktur RSUD dr Masri kepada tim Pansus, terjadinya krisis dokter spesialis di rumah sakit umum itu disebabkan para dokter ahli yang dibiayai oleh Pemko atau Kementerian Kesehatan itu enggan kembali berdinas di RSUD Sabang. “Bahkan ada dari mereka yang pindah ke daerah lain, meski sebelumnya mereka sudah membuat perjanjian setelah menyeleesaikan pendidikan akan tetap berdinas di Sabang,” ujar Albina Arahman.

Minimnya penghasilan dan kurangnya fasilitas merupakan salah satu faktor penyebab para dokter ahli itu enggan kembali bertugas di Sabang. Kebanyakan para dokter ahli yang pindah dan enggan kembali berdinas itu merupakan putera luar daerah yang pendidikannya dibiayai oleh Pemko Sabang.

Selain itu, juga disebabkan karena kurangnya pengawasan dan mudahnya mengeluarkan rekemondasi untuk pindah ke luar daerah. Padahal daerah masih kekurangan dokter ahli. Bahkan ada yang baru empat bulan kembali bertugas sudah dipindahkan.

Akibat minimnya ketersediaan dokter ahli di rumah sakit umum tersebut, mengakibatkan banyak pasien yang terpaksa dirujuk ke Banda Aceh. “Persoalan insentif dokter spesialis yang dianggap masih kurang, sebelumnya DPRK sudah sepakat untuk menambah dua kali lipat dalam pembahasan APBK 2016. Tapi, saat itu Pemko beraalasan tidak cukup dana,”katanya.

Sehubungan dengan itu, Tim Pansus II DPRK meminta pihak RSUD untuk mengusulkan penambahan insentif dan fasilitas para dokter ahli. Karena dengan adanya penambahan insentif itu, para dokter ahli itu bisa bertahan di Sabang. “Kalau penghasilan sudah lumayan, pasti mereka juga akan bertahan di Sabang,”katanya.

Sementara Direktur RSUD Sabang, dr Masri menyebutkan dokter spesialis yang bertugas di RSD Sabang itu lima orang, yakni satu dokter spesialis penyakit dalam, dua dokter ahli kandungan dan dua lagi dokter spesialis anak. Seharusnya, RSUD Sabang bertipe C harus memiliki 13 dokter ahli.(az) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id