Gubernur: Penerbangan SIM-Jeddah untuk Permudah Umrah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur: Penerbangan SIM-Jeddah untuk Permudah Umrah

  • Reporter:
  • Selasa, Mei 10, 2016
Foto Gubernur: Penerbangan SIM-Jeddah untuk Permudah Umrah

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, Selasa (3/5/2016) meresmikan penerbangan (flight) perdana Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dalam rangka pelaksanaan ibadah umrah.

“Dengan dibukanya jalur penerbangan langsung dari Aceh-Jeddah, maka akan memudahkan masyarakat Aceh untuk melaksanakan ibadah umrah,” kata Gubernur Zaini seusai meresmikan penerbangan perdana tersebut di Bandar SIM Blang Bintang, Aceh Besar.

Di sisi lain, menurut Gubernur Zaini, penerbangan langsung itu juga menyebabkan beban biaya jamaah umrah lebih murah sekitar Rp 1,8 juta (apabila dilakukan via Kualanamu, Sumatera Utara) dan lama penerbangannya pun jadi lebih cepat, hanya 7-8 jam saja.

“Saya mengimbau perusahaan travel di Aceh menyambut kehadiran penerbangan ini dengan menyajikan paket-paket umrah yang menarik dan sarat dengan kegiatan ibadah,” ujar Zaini sembari berharap agar biaya umrah dapat ditekan lebih murah, sehingga semakin banyak warga Aceh yang sanggup dan tertarik menunaikan umrah.

Zaini menyebut, jumlah jamaah umrah dari Aceh lebih dari 10.000 orang, bahkan dari Banda Aceh saja mencapai 700 orang per tahun.

Realitas itulah, menurut Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian MSi, yang antara lain mendasari Gubernur Zaini untuk menggagas perlunya penerbangan langsung secara berkala dari SIM ke Jeddah.

Menurut Frans, Gubernur Zaini awalnya mengemukan gagasannya itu kepada General Manager PT Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan. Setelah beberapa kali disampaikan, Gubernur Zaini kemudian “menagihnya” saat bertemu kembali dengan Nano. Setelah usulan Gubernur Aceh itu dibahas oleh manajemen Garuda dan dinilai feasible (layak), maka direct flight dari SIM ke Jeddah pun akhirnya menjadi kenyataan pada 3 Mei lalu.

Dalam sambutannya saat meresmikan penerbangan langsung SIM-Jeddah itu, Gubernur Zaini mengatakan bahwa selama ini masyarakat Aceh yang berumrah hanya dapat berangkat melalui Bandara Kualanamu atau Bandara Kuala Lumpur. Tapi sekarang, tak perlu harus ke luar kota atau ke luar negeri lagi, karena per 3 Mei 2016 maskapai Garuda resmi membuka jalur penerbangan langsung dari Aceh-Jeddah menggunakan pesawat Airbus A330-300.

“Insya Allah, penerbangan ini akan berlangsung dua kali dalam seminggu, sehingga masyarakat Aceh yang ingin menunaikan umrah dapat terbang dengan cepat dan tepat waktu,” ujar Gubernur Zaini.

Sejalan dengan itu, Gubernur Zaini optimis kehadiran penerbangan tersebut akan mendorong masyarakat Aceh untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan umrah di tengah panjangnya penantian bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji yang masa tunggu (waiting list)-nya mencapai seperempat abad.

Sementara itu, General Manager PT Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan mengatakan, penerbangan umrah tersebut merupakan rute Solo-Banda Aceh-Jeddah. Total jamaah umrah pada penerbangan perdana 3 Mei lalu 169 orang. Terdiri atas 30 orang asal Aceh dan 139 orang jamaah umrah yang melalui Solo.

Nano menyebutkan, penerbangan perdana dari SIM itu take off pukul 15.55 WIB dan akan tiba pukul 19.40 waktu Jeddah atau 23.40 WIB. Seterusnya, penerbangan dari Bandara SIM dilakukan pada jam yang sama pada hari Selasa dan Kamis setiap pekan.

Akmal Elhanif Lc selaku Direktur Elhanief Group menyambut baik adanya penerbangan langsung dari Bandara SIM ke Jeddah. Dengan demikian, perusahaannya yang selama ini memfasilitasi keberangkatan ratusan jamaah umrah hampir setiap bulan dari Aceh, suatu saat akan memberangkatkan jamaah umrah ke Jeddah, langsung dari Bandara SIM. Tak perlu lagi buang-buang waktu dan uang ke Kualanamu. (***) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id