Mobil Dilempari Batu, Diduga untuk Dirampok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mobil Dilempari Batu, Diduga untuk Dirampok

Foto Mobil Dilempari Batu, Diduga untuk Dirampok

SUKA MAKMUE – Pelemparan sejumlah mobil pribadi maupun mobil penumpang (mopen) terjadi dalam sebulan terakhir di Kabupaten Nagan Raya. Aksi yang belum diketahui siapa pelakunya itu mulai meresahkan masyarakat, khususnya pemilik mobil pribadi, saat melintasi kawasan Ujung Sikuneng dan Suak Layang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.

Mudassir, warga Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, kepada Serambi, di Nagan Raya, Minggu (8/5) kemarin mengungkapkan bahwa mobil Toyota Kijang Innova milik ayahnya yang dia kendarai dihujani batu oleh pelaku pada 26 April 2016 sekitar pukul 02.00 WIB. Sekitar 20 batu seukuran telur bebek dilemparkan ke mobil tersebut, sehingga kaca depan mobil itu pecah dan bodinya peyot-peyot.

Menurutnya, insiden itu terjadi saat ia bersama anggota keluarga pulang dari Banda Aceh menuju Tapaktuan, seusai mengantar rombongan yng hendak melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci.

Setiba di kawasan Sikuneng (Suak Layang), Kecamatan Kuala Pesisir, mobil BL 614 LC yang mereka tumpangi dilempari dengan batu dari arah semak beluar yang berada di pinggir jalan.

Akibatnya, mobil milik ayah Mudassir yang bernama M Saman, warga Labuhan Haji, Aceh Selatan, itu rusak di 14 titik. Kaca depannya pun pecah. Namun, Mudassir tak berani menghentikan kendaraannya di lokasi pelemparan, karena takut dirampok. “Saya yakin, motif mereka melempari mobil kami karena ingin merampok kami,” kata Mudassir.

Karena takut dirampok, mereka akhirnya berhenti di kawasan Simpang Peuet, Kecamatan Kuala (sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian) untuk memeriksa kondisi mobil. Ternyata, rusak parah.

Pada saat itulah, menurut Mudassir, ia diberi tahu pedagang di Simpang Peuet bahwa aksi pelemparan batu terhadap pengendara mobil yang melintas di kawasan Kecamatan Kuala Pesisir-Kuala, Nagan Raya, khususnya pada dini hari, memang kerap terjadi. Sejumlah pengendara mobil pribadi mengeluhkan aksi pelemparan itu karena merusak mobil mereka.

Mudassir mengakui pihaknya telah melaporkan kejadin itu kepada aparat kepolisian di Nagan Raya, dengan harapan pelakunya dapat segera ditangkap. “Cukup kami saja yang menjadi korban pelemparan batu ini,” katanya.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Agus Andrianto SIK melalui Kapolsek Kuala, Iptu Tri Andi Dharma SSos yang dikonfirmasi Serambi kemarin siang mengakui bahwa pihaknya telah mendapat informasi yang disampaikan masyarakat terkait adanya aksi pelemparan sejumlah mobil pribadi dan mobil penumpang di lintasan Meulaboh-Jeuram. Tepatnya di kawasan Suak Layang, Kecamatan Kuala Pesisir.

“Meski ada warga yang mengaku telah menjadi korban dalam tindak kejahatan pelemparan batu, namun belum ada warga yang membuat pengaduan secara resmi kepada polisi,” kata Andi.

Ia membenarkan, pascainsiden itu memang ada warga yang menghubungi dirinya untuk menyampaikan informasi bahwa telah terjadi pelemparan terhadap mobil penumpang asal Aceh Selatan saat melintasi kawasan Nagan Raya. Tapi korban mengaku hanya mengalami kerusakan mobil di bagian kaca dan bodi mobil yang peyot.

Meski demikian, pihaknya segera melakukan penyelidikan terhadap aksi pelemparan batu tersebut, guna mengungkap fakta sebenarnya sekaligus meringkus pelakunya.

“Kami imbau masyarakat apabila mengetahui atau menjadi korban pelemparan batu, segera lapor ke pihak kepolisian terdekat guna dilakukan penindakan,” imbau Iptu Tri Andi Dharma. (edi) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id