Aceh Harusnya Gratiskan Pendidikan hingga PT | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Harusnya Gratiskan Pendidikan hingga PT

Foto Aceh Harusnya Gratiskan Pendidikan hingga PT

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Fachrul Razi MIP, mengusulkan agar Pemerintah Aceh menggratiskan biaya pendidikan bagi putra-putri Aceh hingga ke jenjang perguruan tinggi (PT).

“Kalau selama ini Aceh punya JKA atau JKRA sebagai Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh, maka ke depan Aceh harus punya JPA, Jaminan Pendidikan Aceh yang menggratiskan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi,” ujar “senator” asal Aceh itu saat presentasi dalam Seminar Nasional Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Sumber Daya Manusia Daerah Tertinggal di Aceh yang berlangsung di aula Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh, Minggu (8/5).

Acara yang diselenggarakan Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Singkil (Himpasil) Banda Aceh itu dihadiri hampir 300 peserta dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi Aceh Singkil di Banda Aceh dan pengurus Himpunan Masyarakat Wilayah Singkil dan Subulussalam (HMWSS) di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurut Fachrul Razi, upaya masyarakat di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya melalui jalur pendidikan, seringkali terkendala oleh keterbatasan biaya untuk kuliah di perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia sarankan sudah saatnya Pemerintah Aceh atau siapa pun yang akan terpilih menjadi Gubernur Aceh tahun 2017, segera merintis upaya untuk menggratiskan biaya pendidikan hingga ke perguruan tinggi bagi putra-putri Aceh.

“Dengan alokasi biaya pendidikan 30 persen dari total APBA, kita yakin hingga ke perguruan tinggi pun putra-putri Aceh bisa kuliah secara gratis karena ditanggung Pemerintah Aceh. Di banyak negara, seperti di Jerman, Taiwan, dan Uni Emirat Arab, biaya kuliah digratiskan pemerintahnya,” kata Fachrul Razi.

Seminar itu juga menghadirkan Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh dan Sumber Daya Manusia, Asmauddin SE, Koordinator Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh, Prof Dr Said Muhammad MA, Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah, Dr Asbaruddin MEng STP, serta Kepala Bidang Dasar dan Lanjutan Dinas Pendidikan Aceh, M Yusuf.

Dalam presentasinya, Prof Said Muhammad menyatakan, tersedia beberapa beasiswa bagi putra-putri Aceh yang berasal dari daerah tertinggal dan terisolir. Di antaranya beasiswa Jalur Pengembangan Daerah (JPD) dan beasiswa fakir miskin untuk disekolahkan di empat politeknik yang ada di Aceh (Politeknik Aceh di Banda Aceh, Politeknik Venezuela di Aceh Besar, Politiknik Aceh Selatan di Tapaktuan, dan Politeknik Negeri Lhokseumawe). “Silakan rebut kesempatan inin sepanjang syaratnya terpenuhi. Misalnya, TOEFL bahasa Inggris harus di atas 400 dan IPK di atas 3.00,” sebutnya.

Said Muhammad menilai, Singkil tidak tertinggal dari segi sumber daya manusia, namun kesempatan untuk berkiprah di tingkat provinsi saja yang kurang.

Sementara itu, Asmauddin menggugat Keppres Nomor 131 Tahun 2015 karena menetapkan Aceh Singkil sebagai satu-satunya kabupaten tertinggal dan termiskin di Aceh. Menurutnya, banyak kriteria yang disebutkan dalam Keppres tersebut tidak sesuai dengan kondisi riil di Aceh Singkil. Misalnya, ia tak sependapat jika dikatakan Singkil miskin, karena perusahaan perkebunan sawit saja ada 15 buah di Singkil dan rata-rata warganya punya kebun sawit minimal 2 hektare, di samping punya banyak pula yang punya penghasilan memadai dari melaut atau bertani.

Seminar yang berlangsung hingga menjelang sore itu dipandu Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. Mengawali seminar, dimeriahkan dengan tari dampeng dan iyohok, tari adat Singkil. (dik) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id