Sekilas tentang Turbulensi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sekilas tentang Turbulensi

Foto Sekilas tentang Turbulensi

TURBULENSI adalah gerakan (udara) tidak beraturan atau berputar tidak beraturan akibat perbedaan tekanan atau temperatur. Fenomena ini, tentu sangat mengganggu penerbangan.

Turbulensi banyak jenisnya. Antara lain mechanical turbulence, yaitu karena gesekan angin dengan bangunan, gunung, dan lain-lain. Ada juga yang disebut wake turbulence disebabkan gerakan manuver pesawat. Semakin besar pesawat, semakin besar juga efek wake turbulence-nya. Bahkan, kalau ada pesawat kecil terbang di belakangnya bisa terkena efek.

Ada juga yang disebut convection turbulence yaitu akibat udara panas yang mengalir ke atas sebagai akibat perbedaan temperatur. Inversion turbulence (perubahan arah angin/berbalik) karena perubahan temperatur, frontal turbulence atau perubahan arah angin (horizontal mendadak) karena perbedaan tekanan.

Terakhir adalah clear air turbulence (CAT) yang disebabkan fenomena alam, atau juga dikenal jet stream. CAT umumnya terjadi pada ketinggian sekitar 40.000 kaki di mana terbentuk jet stream yang banyak dimanfaatkan pesawat untuk efisiensi bahan bakar.

Menurut informasi, yang terjadi dengan pesawat Hong Kong Airlines adalah bagian dari CAT. Dikabarkan, ketika terjadi turbulensi, pesawat sedang terbang dengan ketinggian jelajah 36.000 kaki di atas permukaan laut. Setelah terkena turbulensi pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki atau terhempas 6.000 kaki ke bawah.

Para pilot di seluruh dunia paling takut dengan yang namanya CAT karena tidak bisa diprediksi dan tidak bisa dideteksi oleh radar cuaca. Makanya para penerbang setelah mendapat ATPL (Airline Transport Pilot Licence) akan mengikuti suatu training untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Nama trainingnya adalah windshear training.

Faktor peralihan musim dan cuaca menjadi salah satu penyebab fenomena alam tersebut. Masa peralihan musim seperti yang terjadi di Indonesia saat ini mengakibatkan adanya perbedaan suhu yang mencolok di udara. Potensi terjadinya pesawat turbulensi diprediksi masih akan terus terjadi beberapa waktu ke depan bersamaan dengan peralihan musim.

“Ini masa transisi, masa peralihan, ada perbedaan suhu yang mencolok antara siang dan malam, maka potensi turbulensi masih akan terus terjadi,” kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Djatmiko kepada aceh.Uri.co.id, Sabtu (7/5).(nas/dbs/aceh.Uri.co.idnews) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id