Kasus Penghinaan Presiden, Polda Panggil Ahli Bahasa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus Penghinaan Presiden, Polda Panggil Ahli Bahasa

Foto Kasus Penghinaan Presiden, Polda Panggil Ahli Bahasa

BANDA ACEH – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh telah memanggil ahli bahasa dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh untuk melanjutkan penyelidikan kasus penghinaan Presiden Jokowi yang diduga dilakukan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase, Teungku Zulakrnaini Hamzah yang akrab disapa Tgk Ni.

“Kita sudah panggil seorang ahli bahasa. Hari Senin nanti dia baru datang. Pemanggilan saksi bahasa ini agar pidato yang diduga menghina Presiden dalam rekaman video yang beredar di internet itu bisa diterjemah ke dalam bahasa Indonesia, karena pidatonya disampaikan dalam bahasa Aceh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah saat diwawancarai Serambi di Banda Aceh, Jumat (6/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Ketua KPA Wilayah Pase, Tgk Ni yang diduga menghina Presiden Jokowi disampaikannya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw yang diselenggarakan Partai Aceh (PA) di Kantor DPW-PA, Geudong, Aceh Utara, Kamis (7/4). Kemudian, rekaman video pidato tersebut beredar luas melalui akun Youtube di internet yang kemudian disadur dan ramai diberitakan.

Meski pihak Dit Reskrimum telah melakukan penyelidikan awal terhadap rekaman video itu, pihak Polda, kata Nurfallah, tetap memerlukan ahli bahasa untuk pendalaman penyelidikan kasus ini. “Selain pemanggilan saksi-saksi, ahli bahasa juga kita panggil untuk memastikan apakah benar dalam pidato tersebut mengandung penghinaan untuk presiden atau tidak. Jadi, Senin nanti kita mintai keterangan saksi ahli bahasa tersebut,” ujar Nurfallah.

Sebelumnya, Dit Reskrimum Polda Aceh juga telah memanggil empat Panglima Sagoe KPA dari wilayah Pase. Saat pemanggilan pertama, hanya satu orang, yakni MD yang hadir dan memberikan keterangan bahwa ia tidak hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan PA di Kantor DPW-PA, Geudong, Aceh Utara, Kamis (7/4)

“Dua orang lagi datang setelahnya. Mereka mengaku hadir dalam kegiatan itu. Namun, kepada kita mereka mengaku saat itu tidak terlalu fokus dengan pidato yang disampaikan Tgk Ni, karena sedang dalam tugas kepanitiaan, misalnya, mengurus konsumsi. Satu orang lagi tidak bisa memenuhi panggilan kita, karena sakit,” sebut Nurfallah.

Saat ini, kata Nurfallah, pihaknya telah memeriksa sepuluh saksi. Dit Reskrimum akan menyelidiki terus kasus ini, karena jika benar ada penghinaan kepada Presiden RI dalam pidato itu, maka yang bersangkutan dapat dikenakan Pasal 108 dan Pasal 160 KUHPidana tentang penghinaan.

“Akan kita selidiki terus, nanti setelah kita mintai keterangan dari ahli bahasa, kita akan segera memanggil yang bersangkutan, tapi sebagai saksi. Jika setelah kita panggil dua kali tidak datang, mungkin akan kita jemput,” pungkas Kombes Pol Nurfallah. (dan) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id