Terowongan Geurutee Masih Sebatas Angan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Terowongan Geurutee Masih Sebatas Angan

Foto Terowongan Geurutee Masih Sebatas Angan

PADA awal 2015, pemberitaan soal megaproyek terowongan Geurutee begitu gegap gempitanya. Bahkan, pada 10 Maret 2015, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Moeljono meninjau langsung kondisi badan jalan nasional di pinggiran tebing Gunung Geurutee, Aceh Jaya. Basuki menilai kondisi jalan tersebut semakin rawan.

“Usulan Gubernur Aceh kepada Pusat agar dibangun terowongan di Gunung Geurutee sudah sewajarnya kita respons,” kata Basuki, waktu itu. Seperti pernah direportasekan oleh wartawan koran ini, sebelum naik ke Geurutee, Menteri PU bersama rombongan dan Gubernur Aceh sempat ngopi lebih dulu di kedai kopi di kaki Gunung Geurutee. Setelah itu, pihak Kasatker Jalan Nasional memperlihatkan gambar perencanaan pembangunan terowongan yang akan dibangun di Geurutee. Setelah melihat gambar besar itu, Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak, memberikan spidol kepada Gubernur Zaini untuk meneken gambar perencanaan pembangunan terowongan. Dengan tangkas, Gubernur Zaini membubuhkan tanda tangan di atas gambar besar rencana pembangunan terowongan yang dibuat Kasatker Jalan Nasional untuk ditunjukkan kepada Menteri Basuki Budi Moeljono.

Kemudian, Menteri PU dan Perumahan Rakyat ikut membubuhkan tanda tangan dan menuliskan namanya di kertas gambar berukuran 2×2 meter itu. Adegan tersebut memancing semangat hadirin, sehingga semuanya bertepuk tangan. Dilanjutkan dengan foto bersama.

Begitulah kenangan yang bukan main hebatnya, setahun lalu. Tiba-tiba pada 5 Maret 2016, Kepala Dinas Bina Marga Aceh Rizal Aswandi, dalam keterangannya kepada Serambi ketika mendampingi Gubernur Aceh, Zaini Abdullah ke Meulaboh mengatakan, terowongan Geurutee, Kulu, dan Paro di lintas jalan Banda Aceh-Meulaboh belum memilik DED (Detail Engineering Design). Demikian juga sumber anggaran dari APBN, juga belum jelas.

“Surat Gubernur Aceh ke Kementerian Pekerjaan Umum sudah dua kali dilayangkan untuk memastikan terhadap DED-nya. DED belum ada hingga saat ini. Kita harus menjumpai bagian perencanaan di sana bagimana desainnya. Kalau perkiraan dana butuh Rp 3 triliun,” kata Rizal, waktu itu.

Masih terkait proyek terowongan Geurutee, Serambi kembali mempertanyakan kepada Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Rizal Aswandi. Berdasarkan informasi yang diberikan Kamis, 5 Mei 2016, pada tahun ini (terowongan Geurutee) baru dilakukan pembuatan studinya. Studi ini untuk mengetahui jenis dan bentuk terowongan yang bagaimana yang harus dibangun di Geurutee, Paro, dan Kulu. Setelah selesai studinya, baru dilanjutkan pembuatan SID dan DED serta Amdal. “Program pembangunan terowongan Geurutee itu masih panjang, apalagi butuh dana triliunan rupiah, makanya menjadi pertimbangan bagi Pusat,” kata Rizal.(*/nas/her) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id