Puluhan Mobil Peserta Aceh Adventure Terjebak di Batee Iliek | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puluhan Mobil Peserta Aceh Adventure Terjebak di Batee Iliek

Foto Puluhan Mobil Peserta Aceh Adventure Terjebak di Batee Iliek

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Sejumlah 32 unit mobil offroad dilepas Kadispora Aceh, Drs Asnawi MPd, dan Anggota DPR Aceh H Saefuddin Muhammad di lokasi start di Bendung Irigasi Desa Meurah, Batee Iliek Kecamatan Samalanga, Bireuen, Kamis (4/5/2016).

Ajang Aceh Adventure four Wheel Drive (4×4) 2016 yang berlangsung 5-8 Mei 2016 ini digelar Pengurus Daerah Indonesia Offroad Federation (Pengda IOF) Aceh.

Baru saja dilepas, tantangan berat langsung menunggu peserta, yakni menyeberangi sungai Batee Iliek dan tanjakan terjal menuju Gunung Ujeun.

Tim leader yang dipimpin Muhammad Natsir, bersama Kapolres Bireuen Ali Khaddafi langsung melesat ke depan, diikuti tim Banda, para offroader asal Banda Aceh yang kebetulan mendapat undian di urutan pertama.

“Kita masih segar, unit masih segar, jadi harus disuguhi trek dengan obstacle berat,” ujar Memed, panggilan akrab Muhammad Natsir kepada aceh.Uri.co.id.

Rombongan kedua, yang terdiri dari Ketua IOF Aceh Fouzi Muhammad, Ketua DPRA Muharrudin dan tim Takengon bersama rombongan offroader Tim Langsa. Mereka dipimpin langsung Wali Kota Langsa, Usman Abdullah dengan Toyota Hardtop Long.

Namun, kedua tim ini terpaksa membuka dapur umum, hanya 1 km dari titik start. “Daripada kita tunggu peserta yang terjebak di depan ngewinch, lebih bagus kita makan dulu,” ujar Andy dari tim Aceh Tengah, yang datang khusus dengan seluruh unit bercat warna orange ini.

Sesuai jadwal hari pertama, tim leader bersama tim Banda mampu mencapai finish etappe I sekitar pukul 18.00 WIB sore hari di kawasan Desa Krueng Meuseugob, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

“Berat bang, kami sampai saat ini belum makan lagi. Habis fisik dan jera betul unit kami,” ujar Adel, yang mengendarai Escudo 4×4 di akhir WP (way point) 5, titik akhir trek terganas di Etappe I.

Sementara Tim Aceh yang dipimpin Fouzi Muhammad masuk ke basecame I keesokan harinya. Hingga Jumat pagi, hanya 7 unit kendaraan yang lolos, kebanyakan lainnya terjebak akibat track ekstrem. Mereka akhirnya memutuskan bermalam di tengah lebatnya hutan Glee Ujeuen.

Akibatnya, acara seremonial berupa santunan anak yatim, bakti sosial di masjid Krueng Meuseugob hanya dihadiri sekitar 20-an offroader.

Ketua Panitia, Adnan Yacob akhirnya memimpin acara seremonial di Desa Krueng Meuseugob bersama Muspika Simpang Mamplam, Bireuen.

Kepala Desa Krueng Meuseugob,Asnawi Muhammad menyatakan rasa sukacitanya dikunjungi para Offroader dari IOF Aceh dan tamu offroader asal Malaysia.

Sedangkan jadwal start di Etappe II dari Krueng Meuseugob ke Krueng Jeunieb terpaksa di-undurkan. “Namun jarak etappe II hanya 9 km, tanpa obstacle berarti. Kita perkirakan akan tembus dalam 2-3 jam,” ujar Ketua Tim Leader, Memed.

Rute yang akan dilalui para offroader kali ini telah berbentuk jalan, walau tak pernah dilalui lagi hampir 15 tahun ini. Sementara jalur etappe I, memang ‘jalur neraka’ yang kebanyakan berupa jalur yang tidak pernah dilalui oleh kendaraan. (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id