YARA Usulkan Revisi Bendera Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

YARA Usulkan Revisi Bendera Aceh

Foto YARA Usulkan Revisi Bendera Aceh

* Warna Dasar Hijau, Singa jadi Merpati

BANDA ACEH – Menyikapi polemik bendera Bintang Bulan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengajukan usulan revisi terhadap Pasal 4 dan Pasal 17 Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Ketua YARA, Safaruddin, mengatakan, surat pengajuan usulan revisi tersebut sudah diikirimkan ke Gubernur Aceh dan Ketua DPRA pada Selasa 3 Mei 2016. Surat itu juga ditembuskan kepada Presiden RI Joko Widodo, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Pangdam IM Mayjen TNI Luczisman Rudy Polandi, dan Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi.

“Kami berharap usulan ini dapat dipertimbangkan oleh Gubernur dan DPRA sebagai masukan untuk kesempurnaan qanun sehingga bisa mengakhiri polemik antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat. Kami tunggu jawaban gubernur dan DPRA dalam satu minggu ke depan, diterima atau tidak,” katanya kepada Serambi, Selasa (3/5).

Menurutnya, revisi Pasal 4 secara mendasar hanya mengubah warna dasar bendera dari merah menjadi hijau. Menurutnya, warna hijau adalah warna kesukaan Nabi Besar Muhammad SAW yang melambangkan perdamaian kesujukan dan kesejahteraan. Selain itu, YARA juga mengajukan agar ditambah pedang di bawah bintang bulan.

Sementara pada Pasal 17, YARA mengusulkan agar lambang Aceh diubah berbentuk gambar burung merpati, timbangan, pinto aceh, Alquran, rencong, padi dan kapas, dan banner ‘Nanggroe Aceh Darussalam’. Sedangkan warna dasarnya menggunakan warna putih, kuning, kuning keemasan, hijau muda, hijau tua, dan kelabu.

“Perubahan tersebut untuk mengakhiri polemik. Terhadap warna-warna tersebut kita sesuaikan dengan Aceh yang bersyariat Islam (warna hijau) dan warna kuning menunjukkan Aceh gemilang. Tapi jika tidak dihiraukan, kita akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung,” demikian Safaruddin.(mas) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id