Dewan: Usut Tuntas Kasus STIMI | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dewan: Usut Tuntas Kasus STIMI

Foto Dewan: Usut Tuntas Kasus STIMI

* Mahasiswa Mengaku Diintimidasi

MEULABOH – Anggota DPRK Aceh Barat menyesalkan kasus dugaan penggelapan uang sidang skripsi mahasiswa terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh. “Kami minta polisi mengusut tuntas kasus ini ,” kata Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Banta Lidan kepada Serambi, Selasa (3/5).

Menurutnya kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi. Pihak kampus juga dapat menyelesaikannya dengan cara terbaik dengan ikut bertanggung jawab sehingga mahasiswa tidak dikorbankan. “Kami melihat apa dilakukan mahasiswa melaporkan kasus ini ke polisi adalah sesuatu yang wajar. Mereka kuliah tidak gratis, dan yang mereka persoalkan adalah uang mereka,” Banta.

Dia sebutkan pihaknya meminta Kopertis Aceh yang membawahi perguruan tinggi swasta (PTS) ikut bertanggung jawab membantu menyelesaikan persoalan. Menurut Banda gejolak yang muncul akibat kasus itu harus diselesaikan segera. Apalagi, para mahasiswa yang menjadi korban sudah di tingkat akhir kuliah. Demikian juga pihak STIMI perlu menindak oknum staf yang diduga telah menggelapkan uang yang telah disetor mahasiswa untuk sidang skripsi. “Polisi harus memproses pelaku sesuai aturan hukum. DPRK akan terus memantau,” ungkap Banta.

Sementara itu, sejumlah mahasiswa STIMI Meulaboh yang membuat pengaduan ke Polres Aceh Barat mengaku mendapat intimidasi dari oknum staf lain di kampus tersebut. Beredar informasi mahasiswa yang membuat pengaduan ke polisi tidak akan dapat menyeselesaikan kuliah di STIMI. “Terkait intimidasi ini, kami sudah lapor ke polisi. Perlu kami luruskan bahwa yang kami laporkan ke polisi itu oknum staf yang mengelapkan uang kami dan bukan kampus.Tapi kenapa ada oknum staf lain malah di kampus berlaku diskriminatif terhadap kami,” ujar sejumlah mahasiswa kepada Serambi di sela pemeriksaan lanjutan di Kantor Polres Aceh Barat kemarin.

Seperti diberitakan Selasa (3/5), sebanyak 27 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Meulaboh, Aceh Barat, mengadukan seorang staf kampus itu ke polisi atas dugaan penggelapan uang sidang skripsi. Pengaduan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/53/IV/2016/SPKT tertanggal 30 April 2016.

Setiap mahasiswa menyetor uang ke oknum staf di STIMI sebesar Rp 2.750.000 per orang dan Rp 300 ribu per orang yakni untuk biaya sidang skripsi. Kasus itu terjadi akhir tahun 2015 saat sejumlah mahasiswa akan menyetor uang sidang skripsi. Awalnya tertera nomor rekening di papan pengumuman kampus. Tetapi kemudian pengumuman normor rekening tersebut tidak ada lagi sehingga mahasiswa menyetor melalui seorang staf di STIMI.

Namun beberapa waktu kemudian ketika akan mengikuti sidang skripsi para mahasiswa tidak dibenarkan dengan dalih belum melunasi uang sidang skripsi. Sementara itu Ketua STIMI Meulaboh T Bustami SE MSc mengatakan kasus tersebut di luar tanggung jawab kampus. Sebab kampus sudah menempelkan nomor rekening, tetapi mengapa mahasiswa menyetornya kepada oknum staf tersebut yang bukan menjadi tugasnya.

Menurutnya kasus ini sudah pernah disikapi pihak kampus yakni dibuatkan surat perjanjian dengan oknum staf yang terlibat bahwa yang bersangkutan berjanji akan mengembalikan uang paling lambat Mei 2016. Pihak kampus juga sudah memberhentikan oknum staf tersebut. “Kampus juga sudah memberikan kemudahan kepada mahasiswa yakni menyetor saja dulu Rp 1 juta untuk bisa sidang skripsi. Tapi tidak mau,” kata Bustami.(riz) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id