Aceh Butuh Tambahan Energi Listrik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Butuh Tambahan Energi Listrik

Foto Aceh Butuh Tambahan Energi Listrik

* Antisipasi Sering Padam

BANDA ACEH – Meski saat ini kebutuhan energi listrik Aceh sudah melebihi dari beban puncak, namun Aceh harus terus menambah energi listriknya dengan membangun pembangkit baru untuk menghindari pemadaman saat terjadi pemeliharaan dan gangguan.

Pernyataan itu disampaikan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Syamsul Rizal MEng kepada Serambi, Senin (2/5) sore, seusai talkshow tentang kelistrikan Aceh di Studio Kompas TV Aceh yang berada di lantai dua Newsroom Harian Serambi Indonesia. Talkshow itu juga menghadirkan General Manager PLN Aceh, Bob Saril MEng MSc sebagai narasumber.

Menurut Rektor Unsyiah, jika saat ini beban puncak listrik di Aceh sebesar 325 megawatt (MW), maka ketersedian listrik seharusnya mencapai 50 persen dari kebutuhan beban puncak atau harus tersedia sekitar 500 MW.

Tapi saat ini yang tersedia hanyalah 340 MW, berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun Lhokseumawe, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya, dan sebagian lagi dari pembangkit di Sumatera Utara.

“Jika energi yang dimiliki lebih besar 50 persen dari beban puncak, maka saat ada gangguan atau pemeliharaan tidak akan mengganggu suplai arus listrik ke masyarakat. Yang namanya peralatan dan mesin listrik kan setiap tahun butuh pemeliharaan,” ujar Prof Samsul Rizal yang merupakan pakar material mesin.

Samsul Rizal berpendapat, jika daya listrik di Aceh ternyata lebih–setelah ada penambahan pembangkit baru–maka kebutuhan itu dapat disuplai ke luar Aceh melalui transmisi atau dijual ke industri.

Rektor Unsyiah juga menyarankan agar PLN membangun tranmisi di wilayah tengah dan selatan Aceh, sehingga jika ada gangguan alam di jalur yang sekarang ini, maka masih bisa dialihkan melalui jaringan lain.

Sedangkan General Manager PLN Aceh, Bob Sahril mengatakan, pemadaman yang terjadi beberapa waktu terakhir, termasuk kemarin siang dan sore, disebabkan oleh black out pada sistem transmisi serta kerusakan komponen di mesin pembangkit.

Tadi malam pun di sebagian Banda Aceh dan Aceh Besar listrik kembali padam sejak pukul 20.00 WIB. Menyikapi fakta tersebut, Bob Saril yang ditanyai Serambi melalui Grup WA Kanal Listrik Aceh menjelaskan bahwa gangguan kali ini bersumber di PLTU Nagan Raya. “Karena dua unit PLTU Nagan ke luar dari sistem, maka biasanya suplai sebesar 180 MW tidak dapat keluar,” kata Bob Saril seraya menambahkan, “malam ini unit 1 akan rolling. Perlu waktu delapan jam untuk masuk ke sistem.”

Ia ungkapkan, sebenarnya Aceh memiliki satu pembangkit besar, yaitu PLTMG Arun yang biasanya 184 MW, derating menjadi 100-110 MW. “Sebenarnya ada transfer daya dari Sumut ke Aceh, tapi ada keterbatasan tegangan,” katanya bernada teknis.

Sebelumnya, saat menanggapi saran Rektor Unsyiah, Bob Saril menyatakan, terkait penambahan energi, di Aceh juga akan dilakukan penambahan pembangkit, yakni melalui PLTA Peusangan di Aceh Tengah, penambahan mesin di PLTMG Arun, dan PLTU Nagan Raya, pemanfaatan pembangkit milik PT KKA Aceh Utara, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Nagan Raya.

“Jika dijumlahkan secara keseluruhan, maka lima tahun ke depan akan bertambah daya sekitar 700 MW di Aceh. Demikian juga pembangunan transmisi dari Takengan dan Meulaboh ke Sumatera Utara,” tandas Bob Saril. (mun/dik) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id