Kelanjutan Nasib Bendera Aceh Dibahas di DPRA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kelanjutan Nasib Bendera Aceh Dibahas di DPRA

Foto Kelanjutan Nasib Bendera Aceh Dibahas di DPRA

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Menyikapi permintaan Wakil Presiden, Jusuf Kalla agar Pemerintah Aceh mengubah lambang bendera Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (2/5/2016) siang menggelar rapat yang juga dihadiri sejumlah pihak terkait.

Hadir dalam pembahasan itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Wagub Muzakir Manaf, Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar, Ketua praksi dan komisi di DPRA, pansus bendera, dan sejumlah anggota DPRK selurh Aceh khusus dari fraksi Partai Aceh.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRA, Muharuddin didampingi Wakil Ketua II, Irwan Johan.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mendapat kesempatan pertama menjelaskan perihal permintaan Wapres Jusuf Kalla.

Zaini menyebutkan sesuai permintaan dari Wapres, bendera Aceh belum dapat dikibarkan jika belum mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat.

Bendera Aceh yang disahkan oleh DPRA dua tahun lalun tidak dapat disetujui karena corak dan bentuk menyamai lambang bendera Bintang Bulan sebagai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan tidak sesuai dengan PP Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah.

Selain Gubernur Aceh, sejumlah anggota DPRK juga mendapat kesempatan berbicara. Salah satunya anggota DPRK Fraksi PA Aceh Timur, M Kasim.

Ia meminta surat tertulis dari Wapres terkait permohonannya tersebut.

M Kasim juga dengan tegas menolak bendera Bintang Bulan diubah sebagaimana permintaan Jusuf Kalla. Selain M. Kasim, tanggapan juga disampaikan Fraksi PA dari DPRK Bireuen, Fadli Yusuf dan Fraksi PA DPRK Abdya, Zulkifli Isa yang intinya tidak setuju bendera diubah. (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id