JCH Diminta Serahkan Bukti BPIH | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

JCH Diminta Serahkan Bukti BPIH

Foto JCH Diminta Serahkan Bukti BPIH

* Lewat Lima Hari Pendaftaran Bisa Dibatalkan

BLANGPIDIE – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) meminta masyarakat memperhatikan ketentuan baru pendaftaran jamaah haji. Untuk saat ini, nomor atrean keberangkatan haji (nomor porsi) dikeluarkan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) yang sebelumnya dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH).

Bagi CJH yang sudah menyetor dana setoran awal BPIH, maka dalam jangka waktu lima hari kerja harus menyerahkan persyaratan pendaftaran, bukti aplikasi transfer asli BPIH dan bukti setoran awal BPIH kepada Kankemenag.

“Melebihi waktu lima hari kerja tidak diserahkan, maka pendaftaran dianggap batal. Maka, dana setoran awal BPIH akan dikembalikan pihak bank kepada pihak bersangkutan,” kata Kepala Kankemenag Abdya Drs H Arijal MSi didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Roni Haldi Lc kemarin. Arijal menjelaskan ketentuan baru tentang pedoman pendaftaran haji tersebut diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/28/2016 yang mulai berlaku 18 April 2016.

Masyarakat yang sudah melakukan seteron awal BPIH, diminta tidak berlama-lama, tetapi segera membawa bukti setoran awal tersebut kepada Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kankemenag setempat. Menurutnya di Kantor Kankemenag warga mengisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) untuk didaftarkan ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Gen-II V3 untuk mendapat nomor porsi haji.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Roni Haldi Lc menjelaskan berdasarkan pedoman pendaftaran haji reguler yang baru ada beberapa hal baru yang berbeda dengan pedoman sebelumnya.

Kententuan umum pendaftaran, misalnya, jamaah haji yang pernah menunaikan ibadah haji dapat mendaftar haji setelah 10 tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir, sebelumnya tanpa batas. Kemudian persyaratan pendaftaran antara lain berusia 12 tahun, sebelumnya berusia nol tahun, serta berdasarkan pedoman pendaftaran yang baru tersebut kepada masyarakat tidak lagi disyaratkan surat kesehatan pada saat mendaftar haji.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kankemenag Abdya H Roni Haldi menjelaskan dengan keluarnya Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor D/28/2016 yang mulai berlaku 18 April 2016, masyarakat yang ingin mendaftar haji tidak lagi harus bolak balik ke BPS BPIH dan Kankemenag.

Sebelumnya, bila masyarakat ingin mendaftar haji, maka harus dua kali mendatangi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) dan dua kali pula mendatangi Kankemenag. “Dengan pedoman pendaftaran haji yang baru, maka cukup satu kali mendatangi BPS-BPIH dan satu kali datang Kankemenag setempat,” ujarnya.(nun) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id