1 Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

1 Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap

Foto 1 Kapal Berbendera Malaysia Ditangkap

* Di Perairan Aceh Timur

BANDA ACEH – Tim terpadu pengamanan laut menangkap satu kapal ikan berbendera Malaysia karena sudah memasuki perairan Aceh Timur, Rabu (27/4). Kapal berisi empat awak asal Myanmar itu kini ditahan di Pelabuhan di Kuala Langsa untuk proses hukum yang sanksinya sesuai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bahwa kapal asing ketangkap mencuri ikan di perairan Indonesia dibom di tengah laut, seperti yang sudah pernah dilakukan.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi, menyampaikan informasi penangkapan kapal asing itu kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (28/4). Menurutnya, penangkapan ini saat tim terpadu pengamanan laut yang antara lain terdiri atas TNI AL dan Polisi Perairan sedang patroli di perbatasan perairan Aceh Timur dengan Malaysia dan mendapati kapal itu sudah masuk perairan Aceh Timur.

Namun, Kapolda belum bersedia menyebut apa saja isi dalam kapal itu karena dirinya mengaku belum mendapat laporan rinci dari pihak Polres Langsa. Menurut Kapolda, pihak kapal asing itu menduga tim terpadu pengamanan laut Aceh jarang atau tidak intensif melakukan patroli laut di daerah perbatasan.

“Selain itu, ikan bernilai ekonomi tinggi paling banyak di wilayah perairan Indonesia karena merupakan pertemuan air lautan Hindia dengan Samudera Indonesia. Di daerah perairan seperti itu, menurut para ahli kelautan dan perikanan, ikannya cukup banyak, termasuk yang bernilai tinggi, seperti tuna sirip kuning,” kata Kapolda.

Kapolda mengatakan baik di dalam maupun di luar negeri, tuna sangat mahal karena rasanya enak. Jenis ikan ini terbanyak di perairan pantai barat- selatan dan timur-utara Aceh hingga ke lautan Hindia. Karena itu, terkadang ada juga nelayan Aceh yang ditangkap di perairan India oleh tim pengamanan laut negara tersebut saat berburu ikan ini.

Sebaliknya, Kapolda juga menyebutkan penangkapan kapal asing dalam dua tahun terakhir bertambah karena tim terpadu pengamanan laut yang bertugas di setiap perairan kabupaten/kota di Aceh sudah intensif berpatroli.

“Sepengetahuan saya dari Januari-April 2016, sudah empat atau lima kapal nelayan asing ditangkap tim terpadu pengamanan laut di wilayah Perairan Aceh, termasuk yang sudah dibom di tengah laut pada bulan lalu bersamaan pemusnahan ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

“Dampak positif dari razia itu, hasil penangkapan ikan nelayan pada musim banyak ikan meningkat drastis karena sudah jarang ada kapal asing yang menangkap dalam jumlah banyak dan merusak bibit ikan,” ujar Kapolda.

Karena itu, Kapolda juga berharap dengan meningkatnya hasil tangkapan nelayan Aceh selama ini juga bisa diikuti dengan menambah cold storage (ruang pendingin ikan) oleh Pemerintah Aceh dan Pemkab/Pemko agar tangkapan nelayan yang banyak itu dapat tertampung dan dapat diolah menjadi bahan baku tepung ikan, seperti yang direncanakan di Kompleks PPS Lampulo, Banda Aceh, namun belum beroperasi rutin dan maksimal. (her) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id