Kepala BP3AKB Mundur Pascadilantik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kepala BP3AKB Mundur Pascadilantik

  • Reporter:
  • Sabtu, April 30, 2016
Foto Kepala BP3AKB Mundur Pascadilantik

SUBULUSSALAM – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Subulussalam Asmidar menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BP3AKB.

Informasi diperoleh Serambi menyebutkan Asmidar melayangkan surat pengunduran diri kepada Wali Kota, Sabtu (23/4) lalu atau satu hari setelah dilantik bersamaan dengan pelantikan sembilan kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK), Jumat (22/4) lalu. Menurut kabar yang beredar Asmidar enggan menerima jabatan tersebut dengan alasan merasa tidak nyaman atau tidak enak perasaan, karena pejabat yang digantikannya, yaitu Drs H Sanusi MAg masih tetangga dekat rumahnya.

Ada pula alasan lain, Asmidar semulai akan dilantik menjadi Kepala Badan Pemberdayan Masyarakat Desa (BPMD), bukan sebagai Kepala BP3AKB. Saat dikonfirmasi Serambi via telepon seluler, Kamis (28/4) Asmidar mengaku sedang dalam melaksanakan ibadah umrah. Ia meminta waktu dan menyatakan akan memberikan jawaban sepulang dari Tanah Suci.

“Saya sedang umrah ini, nanti aja lah ya saya jawab sepulang umrah saya jelaskan alasan pengunduran diri saya,” kata Asmidar. Namun, Asmidar bersedia memberikan keterangan seadanya terkait informasi pengunduran dirinya dari jabatan kepala BP3AKB. Menurutnya, sehari setelah dilantik, dia mendatangi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Subulussalam, Mustoliq, meminta agar Surat Keputusan (SK) pengangkatannya tidak diterbitkan alias mengundurkan diri.

Asmidar mengatakan, salah satu alasan pengunduran dirinya itu lantaran kurang enak hati dengan pejabat lama yang masih berdekatan rumah dengan dirinya.

Ditanya jika SK pengangkatannya tetap diterbitkan, Asmidar menyatakan sudah komit dengan pengunduran dirinya. Asmidar juga mengaku tidak bersedia diangkat jadi pejabat mana pun lagi karena ingin melanjutkan pendidikan pascasarjananya. “Saya tetap mundur dan tidak mau jadi kepala (SKPK) karena nanti saya ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mustoliq yang dikonfirmasi Serambi terpisah juga sempat menolak berkomentar lantaran masalah kewenangan. Namun, Mustoliq mengakui Asmidar mendatangi dirinya pada Sabtu (23/4) atau sehari pascamutasi. Dalam pertemuan tersebut, Asmidar menyampaikan tidak mau jadi kepala BKP3AKB.

Mustoliq mengatakan dia hanyalah perpanjangan tangan pimpinan yang tidak punya kewenangan untuk membatalkan SK atau melanjutkan dan sejenisnya. Karenanya, dia tetap akan memproses SK tersebut, kecuali ada instruksi lain dari pimpinan.

Menyangkut SK Asmidar sebagai kepala BP3AKB masih tetap diproses karena yang dibacakan pada saat mutasi merupakan petikan untuk diserahkan ke keuangan.

“Memang ada ibu itu datang kepada saya, hari Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB, katanya jangan terbitkan SK,” ujar Mustoliq seraya menyatakan tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena bukan kewenangan dirinya.(lid) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id