Waduk tak Beres, Air Sumur jadi Asin | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Waduk tak Beres, Air Sumur jadi Asin

Foto Waduk tak Beres, Air Sumur jadi Asin

* Warga Uteun Bayi Minta Pemerintah Perbaiki Waduk

LHOKSEUMAWE – Pembangunan waduk di Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 4,6 miliar, dinilai belum dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat sekitar. Bahkan, air laut sering mengalir ke pemukiman penduduk, hingga menyebabkan air sumur menjadi asin.

Sekretaris Desa Uteun Bayi, Khalid, kepada Serambi, Jumat (29/4) mengatakan, waduk yang dibangun pada tahun 2014 itu, sampai saat ini tidak dilengkapi pintu air. Akibatnya, air laut di Krueng (sungai) Cunda masuk ke waduk lalu mengalir ke pemukiman warga. “Efek yang kami rasakan saat ini, air sumur warga pun menjadi asin,” ujar Khalid.

Khalid menyebutkan, waduk tersebut dibangun untuk mengatasi banjir yang sering melanda kawasan Uteun Bayi dan sekitarnya. Namun setelah selesai dibangun akhir 2014, ternyata tidak ada pintu air. Saat air laut pasang dan masuk ke Krueng Cunda, otomatis air asin masuk ke waduk, lalu mengalir ke pemukiman masyarakat melalui saluran-saluran yang ada.

Karena seringnya air laut masuk dan merendam permukiman warga, sambung Khalid, sumur-sumur warga di desa itu ikut menjadi asin. Padahal, sebelumnya, air sumur warga di desa tersebut tidak asin seperti saat ini. “Kami sangat kecewa terhadap kondisi ini, dan berharap pemerintah bisa memperbaiki waduk tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRK Lhokseumawe, Jailani Usman, mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa perencanaan pembangunan waduk tersebut tidaklah matang. “Dengan dana miliaran rupiah, masa tidak cukup untuk pintu airnya. Padahal yang paling penting pada sebuah waduk adalah pintu air karena fungsinya mengontrol keluar masuk air,” tukasnya.

Karena itu, ia mengharapkan Pemko Lhokseumawe melalui dinas terkait untuk segera menyempurnakan pembangunan waduk tersebut. “Agar manfaat waduk tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” pinta Jailani Usman.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe, Mulyanto, mengakui sampai saat ini pembangunan Waduk Uteun Bayi belum rampung 100 persen. Sehingga fungsinya pun tidak maksimal. “Saat pembangunan awal di tahun 2014, ternyata dana tidak mencukupi lagi untuk pembuatan pintu air,” jelasnya.

Namun begitu, Mulyanto mengaku pada tahun ini sudah tersedia dana sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan pintu air di waduk tersebut. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk membangun rumah pompa sekaligus pompanya, penerangan, dan rumah jaga.(bah) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id