BPMA Usulkan Struktur ke Kementerian ESDM | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BPMA Usulkan Struktur ke Kementerian ESDM

Foto BPMA Usulkan Struktur ke Kementerian ESDM

BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sudah mengusulkan struktur organisasi badan tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta. Struktur organisasi ini sesuai dengan PP Nomor 23 tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi Aceh.

“Struktur organisasi sudah kita usulkan ke Kementerian ESDM. Di bawah kepala ada 5 deputi, dan masing-masing ada tiga lagi sub-unit. Jadi, ada sekitar 20 posisi lah. Mudah-mudahan akan disetujui,” kata Kepala BPMA Marzuki Daham, B.Sc, PE (Petroleum Engineering) kepada Serambi, Kamis (28/4) malam, usai mengelar rapat di Hotel Hermes.

Sejak dilantik sebagai Kepala BPMA pada 11 April 2016, Marzuki mengaku terus bekerja sesuai dengan tahapan. Jika organisasi yang diusulkannya disetujui oleh kementerian, maka langkah berikutnya adalah pembahasan anggaran dan rekrutmen personel. Tahapan-tahapan ini harus dilalui sebelum organisasi yang bertanggung jawab kepada Gubernur Aceh dan Kementerian ESDM itu benar-benar mandiri.

Mengingat BPMA belum bisa menjalankan tugasnya sebagaimana diamanahkan PP, kata Marzuki, maka sejumlah kewenangan BPMA saat ini dijalankan SKK Migas, termasuk menjalankan fungsi monitoring terhadap sejumlah kontrak karya di Aceh yang sudah dalam tahap produksi.

“Pada masa transisi ini BPMA dibantu oleh SKK Migas. Ada Surat Kesepakatan Bersama yang kita buat. Namun, berbagai perkembangan diinformasikan kepada kita, apalagi jika menyangkut hal-hal penting,” kata Marzuki.

Saat ini, lanjut Marzuki, ada 8 perusahaan di Aceh yang masih dalam tahap eksplorasi, sedangkan tiga lainnya sudah dalam tahap produksi. Jika semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan, pada awal 2018 akan ada lagi perusahaan yang masuk tahap produksi, yakni Medco. Ribuan tenaga kerja bisa terserap, khususnya pada tahap konstruksi.

Saat ditanyakan mekanisme rekrutmen pegawai, Marzuki mengaku dirinya menginginkan personel yang tidak hanya paham detail seluk-beluk dunia minyak dan gas, melainkan juga punya integritas yang tinggi. Tahapan rekrutmen tersebut dilakukan setelah struktur organisasi, anggaran, dan sistem remunerasi tuntas dibahas di tingkat kementerian.

“Meskipun waktu saya singkat, saya ingin meletakkan pondasi yang kuat di BPMA dengan pegawai yang berkualitas dan berintegritas, sehingga punya posisi tawar tinggi dalam berbagai negosiasi persoalan Migas,” kata Insinyur Perminyakan dari Texas A & M University, Amerika Serikat ini.(sak) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id