Mualem: Kami Mufakat dulu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mualem: Kami Mufakat dulu

  • Reporter:
  • Jumat, April 29, 2016
Foto Mualem: Kami Mufakat dulu

KETUA Komite Peralihan Aceh (KPA) yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh(DPA PA), Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan pihaknya harus duduk dan bermufakat dulu untuk membahas persoalan bendera Aceh.

“Semua itu (perubahan bendera-red) mungkin saja bisa terjadi dan sebaliknya bisa juga tidak,” ungkap Muzakir Manaf menjawab Serambi terkait permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla, agar Pemerintah Aceh mengubah bentuk bendera Aceh (Bintang Bulan) yang qanunnya telah disahkan tiga tahun lalu oleh DPRA.

Intinya, lanjut Muzakir, pihaknya akan bermusyawarah kembali. Pria yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh ini juga menegaskan, bagi Partai Aceh, musyawarah adalah segala-galanya.

Muzakir Manaf mengatakan, bendera Bintang Bulan dan lambang Buraq Singa ditetapkan sebagai bendera dan lambang Aceh dalam Qanun Nomor 3 tahun 2013. “Qanun itu disahkan melalui musyawarah, bukan atas kesepakatan Partai Aceh sendiri,” ujarnya.

Ia mengingatkan kembali, saat pengesahannya tiga tahun lalu, qanun ini bukan hanya disetujui oleh anggota DPRA dari Partai Aceh, tapi juga disetujui oleh sejumlah anggota dewan dari partai lokal dan partai berbasis nasional lainnya. Meski ada beberapa anggota partai tidak memberikan hak suaranya atau abstain, tapi qanun itu disetujui oleh lebih 2/3 anggota DPRA yang hadir, kata dia.

“Karena penetapannya bendera ini dulu dilakukan melalui musyawarah dan pengembilan keputusan voting terbuka di dalam sidang paripurna DPRA, makanya untuk menyahuti permintaan pemerintah pusat itu kami harus bermusyawarah kembali. Apakah perlu dirubah atau tetap dipertahankan,” ujar Mualem.(her) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id